by

Anak Putus Sekolah Akan Didata

Ambon, BKA- Anak Putus Sekolah (ATS) dan Anak Beresiko Putus Sekolah (ABPS) akibat dampak penyebaran Covid-19 di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), akan didata.

Pendataan itu dilakukan untuk jumlah anak-anak SBT yang pendidikannya terhenti akibat pandemi virus global tersebut.


“Proses pendataan yang dilakukan ini berkaitan dengan anak putus sekolah dan anak beresiko putus sekolah pasca Pandemi Covid-19 di Kabupaten SBT,” tutur Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA PSD) Kabupaten SBT, Ibrahim Tedy Buano, pada kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) bersama Ditjen PPMD Kemendes PDT Trans, Rabu (21/10).

Kegiatan yang berlangsung di ruang Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten SBT itu dihadiri beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Diantaranya, perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas P3MD, Dinas Pendidikan dan melibatkan pendamping desa.

Kegiatan tersebut diikuti oleh empat desa, yakni, Desa Administratif Kufar untuk Kecamatan Tutuk Tolu, Desa Administratif Madak untuk Kecamatan Teluk Waru, Negeri Bula untuk Kecamatan Bula, serta Desa Administratif Jambatan Basa untuk Kecamatan Bula Barat.

Menurutnya, dalam sistem data tersebut akan mengacu pada berapa banyak potensi anak yang tidak sekolah di pedesaan.

Memang pendataan yang dilakukan, ungkap Ibrahim, bukan hanya pada sektor pendidikan. Tapi juga sektor lain, seperti, kesehatan dan pembangunan infrastruktur lainnya.

“Memang karena pandemi (Covid-19) saat ini, menjadi salah satu potensi anak putus sekolah,” terangnya.

Untuk itu, dia berharap, setiap desa dapat mendata atau memperbarui data jumlah anak putus sekolah maupun beresiko putus sekolah.

Dengan adanya data tersebut, lanjutnya, nantinya dapay digunakan dalam kebijakan pemerintah daerah. “Karena itu, pihak desa juga dapat mengupdate data yang ada saat ini. Sehingga tidak usah dilakukan ulang, karena dalam prosesnya melalui online ada aplikasinya,” pungkas Ibrahim. (BKA-2)

Comment