by

Ancam 1,6 Tahun, Febrian Minta Keringanan

Ambon, BKA- Penny Tupan, kuasa hukum terdakwa Maicon Febrian Biloro, yang dituntut jaksa penuntut umum (JPU) dengan penjara selama satu tahun enam bulan penjara (1,6), meminta keringanan hukuman kepada ketua majelis hakim di persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (19/2).
Sebab, ancaman 1,6 tahun penjara sesuai permintaan JPU dianggap terlalu berat.

Pria 25 tahun warga Kelurahan Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon di dalam kasus ini sudah mengakui perbuatannya, sudah berjanji tidak mengulangi lagi, maka otomatis yang bersangkutan harus mendapat keringanan hukuman dari majelis hakim.

“Karena terdakwa sudah mengakui semua perbuatan yang ia lakukan, maka kami minta agar ringankan hukuman terdakwa,” ungkap Tupan, usai persidangan Jumat pekan kemarin.
Sesuai tuntutan JPU,terdakwa dijerat pasal 127 UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhi hukuman penjara kepada terdakwa selama 1,6 tahun penjara, di potong selama terdakwa berada di tahanan,” ungkap JPU, J.W. Pattiasina dalam berkas tuntutan yang dibacakan dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Lucky R. Kalalo Cs.

Yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dipersidangan, sedangkan yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba di tengah masyarakat.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebut, tindak pidana yang dilakukan terdakwa diketahui Sabtu 12 September 2020 sekitar pukul 22 WIT di kawasan Bere-Bere, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Terdakwa ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Maluku, saat itu petugas lebih dulu menangkap rekannya Benarivo Marco Poceratu. Berdasarkan pengakuan Poceratu, terdakwa juga sedang memiliki ganja, maka petugas melakukan penangkapan terhadap diri terdakwa. Saat dibekuk, terdakwa diketahui mempunyai barang bukti sebanyak lima paket dedaunan kering yang diduga narkotika jenis ganja.(SAD)

Comment