by

Ancaman Terdakwa Narkoba Dianggap Terlalu Tinggi

Ambon, BKA- Adolof Gerrets Suryaman yang bertindak sebagai penasehat hukum (PH) terdakwa Robert Latuheru alias Roy,(39), yang dijerat dalam kasus dugaan tindak pidana Narkotika jenis ganja, menilai, tuntutan JPU Kejati Maluku, terhadap kliennya dengan penjara selama 6 Tahun dinilai terlalu tinggi.

Sebab, peran kliennya dalam perkara tersebut hanya pemakai, itu pun dengan barang bukti dua linting kecil.

“Ini tuntutan model apa ini, masa orang yang menjual narkoba itu tuntutan hanya satu tahun enam bulan sedangkan kliennya 6 Tahun, ini tidak adil, dan janggal sekali perkara ini,” keluh Adolof di pelataran Pengadilan Negeri Ambon saat ditemui Beritakota Ambon, Selasa (11/8).

Menurut dia, sebagai PH dirinya tetap bersikeras untuk meringankan hukuman terdakwa meski sudah diancam 6 tahun penjara oleh JPU.

“Intinya tetap kita sampaikan keberatan dalam nota pledoi di persidangan nanti. Hal-hal yang telah disiapkan untuk membantah tuntutan JPU akan disiapkan,” tandasnya.

Diketahui Persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (11/8), Robert Latuheru alias Roy dituntut enam tahun penjara oleh JPU S.Aryani dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Jeny Tulak cs, disaksikan langsung PH terdakwa Adolof Gerrets Suryaman.

Selain pidana badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp. 800 juta subsider enam bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 111 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika,”jelas JPU dalam berkas tuntutannya.

JPU dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada, 31 Januari 2020, sekitar pukul 11.30 WIT, bertempat di kawasan jalan Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Awalnya petugas dari Ditresnarkoba Polda Maluku masing-masing Rivano Diky Latuperisa, Feliks Watimena, Andreas Baragain Sahubudin Ubrusan, mendapat informasi dari informan bahwa ada yang akan mengkonsumsi narkoba di daerah Benteng, Kecamatan Nusaniwe.

Dari informasi itu,petugas kemudian mendatangi TKP, namun karena tidak ada gerak gerik orang di TKP, mereka kemudian berjalan terus ke daerah Amahusu. Di sana mereka menangkap terdakwa dengan barang bukti dua linting kecil.

Dari hasil interogasi, terdakwa mengatakan kalau mendapat barang bukti berupa dua linting kecil ganja dari rekannya Arnold Pattilatu (Berkas terpisah).

Setelah mendengar keterangan terdakwa, petugas bersama dia melakukan penangkapan terhadap Arnold di depan Planet Wainitu.

Saat diamankan Arnold, dia kemudian membeberkan kalau mendapat barang bukti itu dengan cara membeli dari terdakwa Febri Rimpa.

Setelah menerima informasi tersebut,petugas bersama terdakwa dan Arnold mendatangi tempat tinggal terdakwa di Belakang Soya, tepatnya di kantor JNT untuk menangkapnya.

Selanjutnya petugas membawa mereka ke kantor Dit Resnarkoba Polda Maluku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda pledoi dari penasehat hukum terdakwa.
(SAD)

Comment