by

Anggaran Reses Dibayar Agustus

Semua anggota DPRD Kabupaten Buru telah menyelesaikan reses masa sidang II tahun 2021, sejak 7 Juli lalu. Namun sampai sekarang, mereka belum juga menerima anggaran resesnya.

Untuk reses tersebut, per wakil rakyat Kabupaten Buru akan mendapatkan anggaran Rp 24 juta. Anggaran itu untuk memenuhi kebutuhan mereka di daerah pemilihan (dapil) masing-masing, untuk menyerap aspirasi.

Dari jumlah anggaran yang seharusnya didapat setiap anggota dewan, mereka masing-masing baru menerima Rp 5 juta dari Sekertariat DPRD Kabupaten Buru. Untuk mencukupi kebutuhan reses, para wakil rakyat itu harus merogoh kocek pribadi.

Ketua DPRD Buru, M Rum Soplestuny, mengatakan, anggaran reses masa sidang II tahun 2021 akan segera dibayarkan kepada semua anggota dewan.

Sedangkan uang Rp 5 juta yang telah diterima, kata Rum, bukan sebagai uang panjar. Itu merupakan tunjangan reses bagi anggota DPRD Kabupaten Buru.

Saat ini, katanya, kas daerah (Kasda) Kabupaten Buru belum ada uang. Sehingga anggaran reses belum dibayar.

“Jadi begini uang reses itu bukan dipanjar, tapi itu tunjangan reses. Karena memang Kasda, jadi tanggal 3 Agustus baru ada uang. Jadi tanggal 3 baru dicairkan,” kata Rum kepada BeritaKota Ambon, Jumat (16/7).

Diberikan sebelumnya, Sekwan DPRD Kabupaten Buru, Arman Buton, saat dikonfirmasi, mengaku, anggaran reses Anggota DPRD tersebut belum terbayarkan, karena belum ada realisasi dari Bendahara Umum Daerah.

“Tidak terbayarkan karena permintaan anggaran di Bendahara Umum Daerah di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, belum direalisasikan sampa hari ini,” kata Arman, kepada BeritaKota Ambon, Senin (12/7).

Saat ditanyakan terkait kapan akan dibayar, Arman belum dapat memastikan hal tersebut. “Maaf belum tahu,” singkatnya.

Pernyataan berbeda disampaikan Kepala Bidang Perbendaharaan dan Kasda BPKAD Kabupaten Buru, Ohorella Syukur, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/7).

Pria yang biasa disapa Hj Ricky itu menjelaskan, anggaran reses Anggota DPRD Buru telah diambil langsung oleh Bendahara DPRD Buru, Siti Hatija.

“Sudah ditandatangani SP2D, jadi sudah direalisasikan. Jadi uang reses sudah pencairan pada tanggal 5 Juli 2021, dan kalau soal itu langsung ke Bendahara Sekwan,” ujar dia.

Menurutnya, dia tidak tahu menahu terkait apakah pengajuan pencarian anggaran dilakukan hanya sebagian atau secara utuh. Namun, pihaknya menandatangi SP2D sesuai yang diajukan.

“Kami keluarkan anggaran sesuai dengan permintaan dari Sekwan. Saya tidak tahu soal sebagian-sebagian dalam pencarian anggaran,” sebutnya.

Dirinya mengaku, tidak mengetahui terkait berapa jumlah yang dicarikan dalam pengajuan permohonan pencarian anggaran reses masa sidang II tahun 2021.

“Sudah diambil SP2D-nya tanggal 5, jadi tergantung dari Bendahara Sekwan mau bayar sebagian atau apakah, saya tidak tahu itu. Dan saya tidak tahu, berapa jumlah yang dicairkan. Tanya mereka (Bendahara Sekwan dan Sekwan) saja,” pungkasnya.
. (MSR)

Comment