by

Anggaran Reses DPRD Buru Akan Dibayar Agustus

BURU-BKA, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buru, Mohammad Hurry memastikan, pencarian anggaran reses masa sidang II tahun 2021 terhadap anggota DPRD Kabupaten Buru, akan dibayar pada Agustus 2021 mendatang.

“Iya, Agustus baru dibayar, kita tunggu transfer DAU dari pusat. Karena memang kita punya pendapatan yang dari pusat ini, paling-paling DAU saja yang kita bisa harapkan. Karena dia stabil,” ungkap Hurry kepada BeritaKota Ambon, di ruang kerjanya, Selasa (27/7).

Baca: Penumpang KM Tidar Dialihkan ke KM Pangrango

Ia menjelaskan, anggaran yang sudah dibayarkan pada 5 Juli 2021 yaitu tunjangan reses DPRD. Sementara biaya reses nantinya dibayar Agustus bulan depan, sambil menunggu Dana Alokasi umum (DAU) yang akan dikirim ke kas daerah Kabupaten Buru.

“Jadi di DPRD ada dua jenis anggaran, yakni tunjangan reses dengan biaya reses. Jadi tunjangan reses jalan, lalu biaya reses ini berada dalam satu permintaan anggaran DPRD yang disebut dengan ganti uang (GU),” ungkapnya.

Kata dia, di dalam permintaan anggaran DPRD yang disebut dengan GU itu, nominalnya mencapai Rp 800 juta. Dan sudah termasuk biaya reses DPRD yang belum terbayar di dalamnya.

“Jadi bukan saja DPRD yang belum mendapatkan angaran, tetapi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain juga belum mendapatkan anggaran sampai saat ini,” bebernya.

Hurry menambahkan, belum terbayarkan anggaran reses dikarenakan sedang mengalami kekosongan kas daerah. Dan kalaupun pendapatan daerah ada, maka jumlahnya minim. Sehingga diprioritaskan untuk penanganan Covid-19, dan jumlah itu sekitar Rp 100 juta sampai Rp 200 juta.

“Iya, memang kita punya pendapatan lagi kosong. Kalaupun ada kita prioritaskan untuk penanganan Covid-19. Tapi itu jumlah tidak sampai diatas 500 juta. Palingan 100 juta yang bisa dicarikan saat ini,” sebutnya.

Pihaknya telah rapat dengan DPRD, dan DPRD meminta agar anggaran DAU bulan Agustus sudah masuk diprioritaskan untuk anggaran DPRD Kabupaten Buru.

“Selama ini yang bisa kita prioritaskan itu DPRD dan sekertariat daerah. Kemudian keuangan, karena di situ ada hal-hal yang harus tidak bisa ditunda,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Semua anggota DPRD Kabupaten Buru telah menyelesaikan reses masa sidang II tahun 2021, sejak 7 Juli lalu. Namun hingga kemarin, puluhan Aleg itu belum juga menerima anggaran resesnya.

Baca: Lantamal Gelar Serbuan Vaksinasi di Desa Liang

Untuk reses tersebut, setiap wakil rakyat Kabupaten Buru mendapatkan anggaran Rp 24 juta. Anggaran itu untuk memenuhi kebutuhan mereka di daerah pemilihan (dapil) masing-masing, untuk menyerap aspirasi.

Namun masing-masing anggota baru menerima Rp 5 juta dari Sekertariat DPRD Kabupaten Buru, untuk mencukupi kebutuhan reses. (MSR)

Comment