by

Anggaran Rumah Singgah Direfocusing

Ambon, BKA- Meski belum memiliki lahan, Pemerintah Kota Ambon telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan rumah singgah bagi para gelandangan dan pengemis (gepeng), senilai Rp. 700 juta. Namun akibat pandemi, anggaran tersebut telah direfocusing untuk penanganan Covid-19 di Kota Ambon.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon, Nurhayati Jasin mengaku, pihaknya terus berupaya melakukan razia terhadap gepeng di Kota Ambon. Naasnya, para gepeng tersebut tidak dapat ditampung untuk dibina. Sebab, tidak ada rumah singgah untuk menampung para gepeng dimaksud.

“Kita mau tangani mereka (gepeng) bagaimana. Tidak mungkin kita tahan mereka di kantor. Kita di kantor saja, cuman kantor alternative. Yang kita duduk dengan tiga meja saja itu,” tutur Nurhayati, saat dikonfirmasi Koran ini, Selasa (20/10).

Diakuinya, ketika mengamankan para gepeng, pihaknya hanya sebatas memberikan pembinaan. Setelah itu, para gepeng dikembalikan ke keluarga masing-masing. “Kita mau bagaimana ? Tidak ada tindak lanjutnya. Karena kalau kita bina, tidak mungkin tahan mereka di kantor. Kita mau kasih tinggal dimana mereka,” tanya dia.

Menurut dia, jika ada Rumah Singgah, pihaknya pasti memberikan pembinaan maupun pemberdayaan dengan semaksimal mungkin. Tetapi, kalau hanya diberikan pembinaan kemudian mengembalikan para gepeng ke keluarga, belum tentu upaya tersebut maksimal. Karena bisa saja, para gepeng ini kembali ke jalan.

“Jadi kalau punya Rumah singgah, Kita bisa bina mereka, latih mereka dan lain sebagainya. Kalau sekarang kita cuman tangkap terus berikan pembinaan, percuma,” sebutnya.

Dituturkan, sebenarnya di tahun ini, Rumah Singgah telah direncanakan untuk dibuat. Tetapi, karena pandemi Covid-19, akhirnya dana untuk Rumah Singgah ikut direfocusing.

“Tahun 2020 ini ada, cuman direfocusing. Iya, anggarannya ada di tahun 2020. Cuma karena Covid direfocusing untuk Covid. Sekitar 700 juta kalau tidak salah,” kunci dia. (BKA-1)

Comment