by

Anggota Polsek Mdona Hyera Diduga Aniaya Warga

TIAKUR-BKA, Merasa tidak puas terhadap tindakan pembinaan Anggota Polres Maluku Barat Daya (MBD) yang bertugas sebagai Babhinkamtibmas Desa Luang Timur, Kecamatan Mdona Hyera, masyarakat minta pertanggung jawaban. Karena menilai, pembinaan yang dilakukan berujung penganiayaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Berita Kota Ambon, kejadian tersebut berawal dari pertikaian antara dua kelompok pemuda di Desa Luang Timur pada 15 Juli 2021 lalu. Dan sempat direlai oleh Babhinkamtibmas Desa Luang Timur, yakni Bripda Mixon de Fretes. Sehingga pertikaian berhasil dihentikan.

Naasnya, Deni Abraham bersama rekan-rekannya merasa tidak puas terhadap penyelesaian pertikaian itu. Kemudian mendatangi pihak kelompok lawan pada 16 Juli 2021, sehingga pertikaian kembali terjadi antar kedua kelompok dimaksud. Namun pertikaian itu direlai oleh Babinsa Desa Luang Timur.

Tak sampai disitu , pertikaian kedua kelompok pun kembali terjadi untuk ketiga kalinya pada 17 Juli 2021. Bahkan aksi pertikaian yang ketiga makin memanas, karena berujung pada aksi baku lempar dan mengenai sejumlah rumah warga.

Merasa geram terhadap aksi kedua kelompok pemuda tersebut, Pejabat Kepala Desa Luang Timur bersama Babhinkamtibmas, berinsiatif mengumpulkan kedua kelompok pemuda untuk mencari solusi terhadap pertikaian tersebut. Dan mengakhiri aksi baku hantam yang tak kunjung reda, agar persoalan tak berkepanjangan.

Dan pada 18 Juli 2021, Plt Kades bersama Babhinkamtibmas kemudian mengumpulkan Abraham bersama dua rekannya dan tiga pemuda dari kelompok lainnya yang terlibat persetruan. Dalam pertemuan dimaksud, Babhinkamtibmas mengusulkan agar persoalan itu diselesaikan secara hukum. Namun Abraham meminta agar diselesaikan secara kekeluargaan.

Mendengar usulan itu, Plt kades dan pemuda lainnya yang terlibat pun menyetujui usulan itu. Namun Babhinkamtibmas, Bripda Mixon de Fretes meminta kesediaan untuk memberikan pembinaan kepada para pelaku pertikaian, agar kejadian itu tidak terulang dan menjadi efek jera bagi mereka.

Mendengr usulan tersebut, Plt Kades pun memberi kesempatan bagi Bhabinkamtibmas untuk memberikan pembinaan.

Setelah mendapat persetujuan, Babhinkamtibmas kemudian memberikan pembinaan kepada enam orang pemuda yang diduga sebagai dalang pertikaian, dengan cara dipukul sebanyak tiga kali menggunakan kabel listrik pada tubuh bagian belakang. Kemudian membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan itu. Akibat tindakannya, ke enam pemuda hingga saat ini menderita akibat luka lebam yang dirasakan.

Salah satu masyarakat Desa Luang, Sam Mezak menilai, tindakan anggota polsek Mdnoa Hyera terhadap Deni Abraham dan kelima pemuda masyarakat Desa Luang Timur, sangatlah diluar batas kewajaran. Bahkan diduga tindakan tersebut terkesan sebagai penganiayaan.

Dikatakan, maksud dari penanganan yang dilakukan oleh Babhinkamtibmas Desa luang Timur yakni Bripda. Mixon de Fretes sangatlah baik.

“Tindakan yang dilakukan oknum polisi tersebut melebihi batas, karena mengakibatkan ke enam pemuda tersebut mengalami luka lebam di sekujur tubuh bagian belakang. Tindakan angota Polsek Mdona Hyera tersebut harus ditindak seadil-adilnya oleh Satuan Polres MBD,” ungkap Mezak, saat menghubungi koran ini, Jumat (23/7).

Menurutnya, alasan dari oknum polisi tersebut adalah untuk melakukan pembinaan dengan memberi efek jera. Namun tindakan pemukulan oknum polisi tersebut sangat tidak sesuai. Sehingga meminta Bhabinkamtibmas tersebut ditindak secara hukum. (GEM)

Comment