by

Antisipasi Inflasi di Masa Pandemi Covid-19 , TPID Pemkab Buru Gelar High Level Meeting

Ambon, BKA- Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak bagi segala aspek kehidupan, terutama pada kondisi kesehatan dan juga perekonomian masyarakat.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa perekonomian saat ini sedang dalam kondisi yang bisa dibilang “tidak stabil”. Sehingga upaya pemulihan kondisi perekonomian, menjadi fokus utama pemerintah. Salah satunya dengan menggelontorkan bantuan sosial kepada masyarakat.

Pemerintah pusat dan daerah terus bahu membahu untuk menekan dan meminimalisir dampak pandemi Covid-19 terhadap perekenomian masyarakat, termasuk dengan penerapan strategi jitu untuk mengendalikan inflasi.

Untuk itu, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku mengadakan acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buru dan Sosialisasi Tim Percepatan dan Perluasan Digilitasi Daerah (ST2DD), di Aula Kantor Bupati Buru, Kota Namlea, Kamis (22/4).

Rapat koordinasi dalam rangka memperkuat strategi TPID Kabupaten Buru tahun 2021, yang bertujuan menjaga kestabilan nilai rupiah terhadap harga barang/jasa di kabupaten itu, dibuka langsung oleh Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi.

Acara itu turut dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Biro Perekonomian Setda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, para Asisten dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Buru Buru serta tamu undangan.

Pada kesempatan itu, Ramly Umasugi menyampaikan, rapat koordinasi TPID Kabupaten Buru yang digelar tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama, baik sesama anggota maupun dengan instansi terkait, dalam rangka menghadapi perayaan hari besar nasional, seperti, hari raya keagamaan dan tahun baru.

“Oleh karena itu, OPD harus berperan aktif dan turut serta dalam mewujudkan sasaran inflasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Karena inflasi yang rendah dan stabil, mencerminkan stabilitas kondisi ekonomi makro. Faktor ini sangat penting bagi terselenggaranya proses pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Ramly.

Menurutnya, kabupaten yang bertajuk Rete Mena Bara Sehe ini memiliki potensi yang besar dalam penerapan elektronifikasi, khususnya untuk transaksi penerimaan, seperti, pajak dan retribusi.

“Kabupaten Buru memiliki potensi yang besar dalam penerapan elektronifikasi. Selain memberikan manfaat, yakni, transaksi yang efisien, cepat, nyata, dan akuntabel, elektronifikasi penerimaan Pemda diyakini dapat meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD,” ungkapnya.

Selain itu, dengan masih berada di tengah pandemi Covid-19, kata Bupati Buru dua periode ini, potensi penyebaran virus Covid-19 melalui media uang tunai menjadikan transaksi non tunai sebagai salah satu solusi terbaik, untuk bertransaksi yang sejalan dengan protokol kesehatan.

“Melalui acara ini, diharapkan akan menghasilkan rencana ataupun langkah-langkah konkrit dalam mempersiapkan rencana pembentukan TP2DD, dalam rangka perluasan implementasi elektronifikasi transaksi Pemda (ETP),” ujar dia.

Di tahun 2020, hampir seluruh negara di dunia mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif. Hal ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri, terlihat pada daerah-daerah yang sebelumnya sudah mandiri secara PAD, tahun ini mengalami penurunan yang sangat tajam. Sehingga kembali bergantung pada dana transfer pusat pada tahun anggaran 2021.

Sementara itu, Sekda Buru, Ilyas Hamid, menambahkan, sangat mengapresiasi penyelenggaran kegiatan High Level Meeting TPID tersebut. Diharapkan, bisa menekan harga inflasi di Kabupaten Buru.

Selain itu, pemerintah bekerja sama dengan BI akan terus menekan inflasi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tentang stok bahan pokok.

“Jadi inflasi Kabupaten Buru masih lebih baik, kalau dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten yang lain. Karena kita masih pada posisi-posisi yang tidak terlalu signifikan, sekalipun kita berada dalam kondisi Covid-19, yang mungkin sampai hari ini kita belum tahu kapan bisa selesai,” kata Ilyas.

Selain itu, dia berharap, masyarakat juga ikut bersinergi dan berkerja sama dengan instansi terkait, agar dapat membangun home-home industri di desa masing-masing.

“Dari tim TPID berharap, bisa membangun sinergitas, baik dari dalam konteks untuk bagimana bisa memberdayakan ekonomi masyarakat lewat proses-proses penaganan potensi-potensi yang ada di desa, baik potensi perikanan, pertanian dan lain-lain,” pungkasnya. (MSR)

Comment