by

Antrian Panjang di SPBU Dobo, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

beritakotaambon.com – Antrian panjang kendaraan roda dua dan empat untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Dobo, terutama SPBU milik almrhum Hj Razid, terjadi setiap hari.

Antrian panjang yang menggunakan badan jalan tersebut, tentu saja dikeluhkan oleh pengguna jalan lainnya, karena mengganggu aktivitas mereka. Bahkan sering menimbulkan kemacetan.

“Kami minta pihak terkait untuk menertibkan kendaraan roda dua dan empat yang selalu antri di badan jalan, sebab sangat mengganggu kami pengguna jalan lain. Ini sangat rawan laka lantas, jadi kami selaku pengguna jalan harap tolong ditertibkan,” kata salah satu masyarakat Kota Dobo, Rabu (25/8).

Beberapa tukang ojek yang ikut antri BBM di SPBU tersebut, mengaku, antrian panjang itu disebabkan oleh puluhan sepeda motor besar yang dimodifikasi oknum pengusaha yang ikut mengantri secara beulang. Mereka beli BBM untuk dijual lagi secara eceran.

Masalah ini, seharusnya cepat direspon oleh pemerintah. “Padahal bulan kemarin, kami sudah demo SPBU untuk membatasi pengguna sepeda motor besar, aga tidak lagi melakukan pengisian BBM bersubsidi kemudian dijual. Karena sangat mengganggu aktivitas kami, tukang ojek. Tapi faktanya, pihak SPBU seakan tak peduli. Hal ini juga pemirintah harus cepat respon. Kalau tidak, maka akan tetap bigini terus,” pinta tukang ojek.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Aru, A.L.O Tabela, mengaku, telah menerima informasi keluhan masyarakat soal antrian di beberapa SPBU.

Menurutnya, para pemilik SPBU sudah dipanggil untuk diberikan teguran. Tetapi mereka terkesan tidak peduli dengan teguran tersebut.

“Memang kita sudah sering dapat laporan dari masyarakat terkait antrian puluhan sepeda motor besar untuk mendapatkan BBM bersubsidi di SPBU tersebut, untuk kemudian dijual kembali. Kita sudah tegur, tapi ternyata pihak SPBU masih membandel. Olehnya itu, saya duga ada bonus yang mereka dapat. Sebab mereka tidak indakan teguran kami,” pungkas Tabela. (WAL)

Comment