by

Apa yang Dicari Mbappe di Madrid?

Drama soal rencana kepergian Kylian Mbappe dari Paris Saint-Germain [PSG] meramaikan bursa transfer musim panas yang bakal berakhir 31 Agustus nanti.

Menurut kabar teranyar, Mbappe kembali menolak tawaran PSG untuk memperpanjang kontraknya di ibukota Prancis. Padahal, PSG sudah mengajukan perpanjangan kontrak selama lima tahun plus opsi perpanjangan satu tahun dengan kenaikan gaji.

Tetapi, setelah ditolak sekali lagi oleh Mbappe, tampaknya PSG sudah kehabisan kesabaran. Kini, Les Parisiens dikabarkan telah membuka pintu bagi klub lain yang ingin membeli Mbappe.

Tujuannya jelas agar PSG tidak kehilangan Mbappe secara cuma-cuma alias gratis pada saat kontraknya berakhir pada Juni 2022.

Salah satu klub Liga Inggris yang identitasnya belum terungkap dikabarkan sudah mengajukan penawaran kepada PSG untuk merekrut Mbappe.

Selain itu yang paling panas adalah dikaitkannya Mbappe dengan Real Madrid. Seperti diketahui Mbappe telah masuk dalam radar perburuan Madrid dalam satu tahun terakhir. Mbappe pun mendambakan sejak lama untuk bisa berkostum Los Merengues.

Lalu, apa yang Mbappe cari di Madrid? Soal gaji rasanya tidak, sebab Mbappe sejatinya sudah mendapatkan gaji besar di PSG.

Saat ini Mbappe mendapatkan gaji senilai 17,5 juta euro atau sekitar Rp298 miliar per tahun. Bahkan, PSG juga telah menawarkan kenaikan gaji untuk Mbappe, namun tawaran tersebut telah ditolak.

Apakah soal kedalaman skuad di Madrid? Jika berbicara kedalaman skuad, materi pemain PSG bisa dibilang saat ini lebih baik dari Madrid.

Selain mempertahankan pemain bintang musim lalu, PSG juga telah mendatangkan pemain-pemain bintang baru di posisi kiper, belakang, tengah, dan depan.

Di posisi kiper, PSG merekrut pemain terbaik Euro 2020 [Euro 2021] Gianluigi Donnarumma. Di posisi bek, PSG mendatangkan kapten Real Madrid Sergio Ramos dan bek sayap yang sukses membawa Inter Milan juara liga Italia, Achraf Hakimi.

Sedangkan, di lini tengah, PSG mendatangkan gelandang berkelas dari Liverpool dan timnas Belanda, Georginio Wijnaldum.

Sementara, di lini depan, Les Parisiens sukses mendatangkan megabintang Lionel Messi dari Barcelona. Secara materi pemain, PSG kini punya paket komplet yang bisa membantu Mbappe menggapai cita-citanya yakni menjuarai Liga Champions.

Ya, Mbappe memang mengidam-idamkan bisa menjuarai Liga Champions. Sejauh ini, Mbappe sudah mencicipi empat edisi Liga Champions sejak 2017. Pertama bersama AS Monaco dan hanya mampu mencapai semifinal Liga Champions.

Kemudian, tiga edisi berikutnya bermain bersama PSG dan belum juga berhasil mengangkat ‘Si Kuping Besar’. Meskipun, ia nyaris mendapatkannya pada laga Final Liga Champions musim 2019/20 lalu.

Memang sedikit aneh, di saat PSG dihuni pemain-pemain terbaik dunia, Kylian Mbappe malah ingin pergi dari Les Parisiens. Ada beberapa kemungkinan alasan Mbappe ingin meninggalkan PSG dan bergabung dengan Real Madrid.
Kemungkinan pertama, Mbappe ingin merasakan liga yang lebih kompetitif dari Liga Prancis. Mbappe mungkin sudah terlalu nyaman di PSG dengan segala prestasi yang telah ia raih.

Namun, untuk meningkatkan level permainan, Mbappe harus keluar dari zona nyaman tersebut dengan pindah ke liga yang berbeda, salah satunya Liga Spanyol seperti yang diidam-idamkannya selama ini, yakni bermain bersama Real Madrid. Jika prestasi dan rekor mampu dicetak di liga yang lebih besar bersama Madrid, maka Mbappe pun berpotensi menjadi ikon sepak bola meneruskan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Kedua, Mbappe ingin meraih Ballon d’Or. Setiap pemain top Eropa memiliki mimpi untuk mendapat penghargaan ini. Termasuk Mbappe, ia berhasrat untuk menjadi pemain terbaik dan meraih penghargaan Ballon d’Or suatu saat nanti.
PSG yang dianggap klub besar memang belum pernah menempatkan pemainnya sebagai pemenang Ballon d’Or.

Berbeda, dengan Real Madrid, Barcelona, atau Manchester United yang memiliki rekam jejak atau tradisi yang sangat baik dalam menjadikan pemainnya meraih Ballon d’Or.

Ada juga yang mengatakan peraih Ballon d’Or kebanyakan berasal dari pemenang Liga Champions. Sehingga, kegagalan PSG di Liga Champions selama tiga tahun berturut-turut membuat kesempatan Mbappe untuk meraih penghargaan tersebut semakin kecil.

Sementara, Real Madrid klub yang digadang-gadang menjadi tujuan Mbappe, memiliki rekor hebat dalam menghasilkan pemenang Ballon d’Or.

Mulai Zinedine Zidane, Ronaldo, Luis Figo, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric yang mendapat penghargaan ini pada 2018 lalu. Tradisi itu yang mungkin menambah keyakinan Mbappe untuk bergabung dengan Madrid.

Apalagi, kini dengan hadirnya megabintang Lionel Messi di PSG, yang bisa membuat sinar Mbappe bersama klub raksasa Prancis tidak terlalu mencolok. Pindah ke Madrid tentu akan membuat Mbappe jadi bintang utama dalam tim yang berarti sorotan akan terus mengarah kepadanya, tidak seperti jika tetap di PSG.

Dengan kualitas luar biasa yang dimilikinya dan usianya yang masih muda, Mbappe pasti mencari klub besar yang bisa menempatkannya di titik tertinggi sebagai pesepak bola, yakni bergelimang prestasi tim dan individu.

Peluang itu bisa Mbappe dapatkan di Madrid yang saat ini dihuni bintang-bintang sepak bola yang sudah berumur, macam Karim Benzema (33 tahun), Luka Modric(35), Toni Kroos(31), dan pemain-pemain utama yang rata-rata sudah mencapai atau mendekati usia kepala tiga. Tentunya, dengan usia yang masih muda, Mbappe bisa menjadi pemain andalan Madrid di masa kini dan masa mendatang. (INT)

Comment