by

ASN Dengan Penyakit Bawaan Dilarang Berkantor

Ambon, BKA- Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Ambon yang memiliki penyakit bawaan, dilarang untuk masuk kantor atau beraktivitas seperti ASN lainnya. Pasalnya, ASN dengan penyakit bawaan dinilai rentan terhadap penularan covid-19.

Seperti diketahui, Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) rentan untuk sistem imun yang rendah maupun terhadap penyakit-penyakit bawaan. Untuk itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Ambon telah melarang sejumlah ASN dengan penyakit bawaan untuk tidak berkantor. Namun diijinkan untuk bekerja hanya dari rumah, seperti pada masa PSBB sebelumnya.

Kepala BKD Kota Ambon, Benny Selanno mengatakan, izin dengan riwayat penyakit bawaan dilarang untuk berkantor pada masa PSBB transisi saat ini.

Menurut dia, dengan dilaksanakannya masa PSBB transisi telah diberikan kelonggaran bagi ASN untuk dapat berkantor seperti biasa. Dan untuk ASN dengan penyakit penyerta tetap dirumahkan.

Kendati demikian, untuk ASN yang boleh berkantor hanya merupakan ASN yang berada pada ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang struktural.
“Jadi pada masa PSBB Transisi ini pegawai yang masuk pada Pemerintah Kota hanya mereka yang menduduki jabatan struktural,” ungkap Selanno, saat dihubungi koran ini, Rabu (22/7).

Dan ASN yang berkantor, harus sesuai dengan kebijakan pada masing-masing pimpinan OPD yang ada. Hal tersebut dilakukan untuk membantu pimpinan OPD yang ada dalam menghadapi beban kerja yang banyak pada masa PSBB saat ini.

“Tergantung kebijakan pimpinan OPD untuk menambahkan staf yang memang punya beban kerja banyak, dan harus diselesaikan pada waktu PSBB transisi ini. Jadi yang sisa, masih bisa kerja dari rumah,” jelasnya.

Dituturkan, untuk ASN lainnya dapat tetap bekerja dari rumah terutama untuk ASN dengan penyakit bawaan seperti yang dilarang Pemerintah Kota. Dimana ada sejumlah jenis penyakit bawaan yang dilarang oleh Pemerintah Kota seperti penyakit jantung, TBC, autoimun, hipertensi, ginjal, kanker dan penyakit sejenis lainnya.

“9 jenis penyakit bawaan yang dilarang oleh pemerintah kota Ambon untuk ASN itu tidak masuk yaitu penyakit jantung, TBC, autoimun, hipertensi, kanker sejenis, ginjal, maupun ibu hamil,” tambahnya.

Tak hanya staf saja yang dilarang untuk beraktivitas dengan penyakit bawaan, tetapi juga pejabat struktural yang mempunyai penyakit bawaan juga dilarang Pemerintah Kota untuk berkantor.

“Termasuk pejabat struktural yang penyakit bawaan pun pemerintah kota melarang untuk masuk kantor dan mengijinkan untuk bekerja dari rumah,” terangnya.

Dengan diizinkan bekerja dari rumah, ASN yang memiliki penyakit bawaan tersebut mengobati penyakitnya dengan berkunjung ke dokter maupun puskesmas terdekat.

“Jadi itu diberikan kesempatan bagi pimpinan OPD karena masing-masing ASN tahu mengenai kondisi penyakit bawaannya. Sehingga mereka diberikan kesempatan bekerja dari rumah untuk mengobati diri mereka ke dokter maupun puskesmas terdekat,” sarannya.

Dan untuk ASN sendiri, yang memiliki penyakit bawaan dapat berkoordinasi langsung dengan masing-masing kepala OPD. Karena saat ini kepala OPD mempunyai tanggung jawab terhadap stafnya.

“Jadi sementara kan kita masih pakai kebijakan pimpinan OPD supaya nanti OPD yang atur,” kunci Selanno. (DHT).

Comment