by

ASN di Aru Diduga Terlibat Politik Praktis

Ambon, BKA- Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, ada dugaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga terlibat politik praktis. Padahal, Menpan RB telah menginstruksikan kepada ASN untuk tidak terlibat politik praktis.

Namun sangat disayangkan, istruksi tersebut tidak digubris. Masih saja ada oknum ASN nakal yang secara terang-terangan berpolitik. Contohnya di Kabupaten Kepulauan Aru. Yakni oknum berinisial AG pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menegah Pemda setempat, diduga terlibat politik praktis.

Dugaan keterlibatan AG dalam politik praktis tersebut mencuat saat salah seorang penjahit pakaian inisial AL membeberkan keterlibatan AG.

Kepada awak media di Dobo, Rabu (18/11), AL mengungkapkan kalau dirinya diajak AG untuk mendukung salah satu paslon bupati dan wakil bupati Aru, yakni Johan Gonga-Muin Sogalrey (JOIN).

Menurut AL, jika ingin menerima bantuan dari pemerintah khususnya untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang terdampak Covid-19, maka harus mendukung paslon JOIN.

“Saya ditanya ibu AG, bapak dukung siapa. Saya jawab saya belum pastikan. Lalu saya balik tanya AG, kalau ibu? Kata AG Ia dukung paslon nomor urut 1 (Johan Gonga – Muin Sogalrey). Jadi, kalau Bapak dukung nomor urut satu berarti gampang, bapak pasti dapat bantuan. Ini perintah Bupati Johan Gonga. Bapak kasi nomor HP nanti kalau sudah ada nanti saya telepon bapak,” ungkap AL meniru pembicaraannya dengan AG.

Fatalnya lagi, tambah AL, ajakan AG untuk mendukung pasangan nomor urut satu dilakukan secara terang-terangan pada saat jam kantor, tepatnya di ruang kerja AG.

“Jadi saya di ajak AG itu saat jam kantor, dan itu di ruang kerja AG,” beber AL.

Terpisah Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Hermanus Siarukin yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, kalau masalah memberikan dukungan kepada paslon itu urusan person. Sebab siapapun yang datang mendaftar sebagai penerima bantuan, akan dilayani sesuai mekanisme yang berlaku tanpa ada tendensi apapun.

“Ya, intinya siapapun dia yang datang mendapftar untuk mendapatkan bantuan baik bantuan dari daerah, provinsi dan pusat, kami terima. Untuk nantinya diferivikasi sesuai mekanisme. Jadi tidak ada tendensi Iain dalam penyaluran bantuan apapun di Dinas ini,” singakat Hermanus. (WAL)

Comment