by

Attapary Harap Maluku Dapat Sertifikat Lab Aflatoksin

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Samson Attapary, berharap, Maluku telah mendapat sertifikat untuk laboratorium Aflatoksin, pada 2022 mendatang.

Atapary ingin, uji Aflatoksin bisa langsung dilakukan di Maluku, tanpa harus dikirim untuk diuji ke luar daerah, seperti Surabaya, Bogor dan Jakarta.

Perjuangan mendapatkan sertifkat aflatoksin, merupakan tindaklanjut usulan Pemerintah Provinsi Maluku bersama mitra terkait ke Kementeri Pertanian.

“Seharusnya tahun ini sudah masuk tahap asesmen. Namun dikarenakan pandemi Covid-19, sehingga ditunda. Diharapkan, 2022 sertifkat itu sudah kita miliki,” harapnya.

Selama ini, ungkap Attapary, uji Aflatoksin para pengekspor pala Maluku, selama ini masih dilakukan di surabaya. Namun ada berbagai kemudahan yang diberikan bagi Maluku.

“Sekarang ada kebijakan baru untuk pemeriksaan alfatoksin. Jadi kita tidak lagi kirim pala ke Surabaya, di bongkar dan masuk gudang Surabaya, baru labortaorium ambil sampel periksa kurang lebih tiga minggu, kemudian di ekspor. Sekarang tidak, lewat OKK Pusat. Uji alfatoksin, barang tidak perlu dibawa ke serubaya, tetapi sampelnya diambil oleh OKKP Ambon, dikirim ke Surabaya. Lalu lewat OKKP Surabaya memasukan itu ke laboratorium, untuk diperiksa alfatoksin. Sertifkat keluar, baru ekspornya,” tuturnya.

Tentu saja, katanya, dengan kebijakan ini akan lebih menguntungkan Maluku. Karena semua ekspor sudah tercatat dilakukan dari Ambon. “Jadi seluruh dokumen tercatat dari Ambon,” ujarnya.

Selain itu, keuntungan juga dirasakan oleh petani pala. Karena harga jual akan semakin tinggi. Misalnya, PT Kamboti dalam waktu dekat, akan melakukan eskpor pala sebanyak 14,5 ton, yang dibeli dari Banda dengan harga Rp110-115 per kg.

“Tadinya untuk tembus di harga itu, susah. Karena memang dikuasai tengkulak Ambon jaringan Surabaya. Jadi mereka menentukan harga. Padahal harga di Eropa cukup tinggi. Ini kita coba dorong, memutus sekaligus mengangkat harga diri petani kita di Maluku,” pungkas Attapary.(RHM)

Comment