by

Awali Kerja, Kajari Buru Sambangi Panti Asuhan

Ambon, BKA- Setelah resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru melalui acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang di gelar di Aula Kantor Kejati Maluku, Kamis 25 Februari 2021 lalu, Kajari Buru, Muhtadi bersama istrinya Dian Fidiyana, selaku ketua ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Buru, sebelum mengawali agenda kerjanya, mereka menyambangi Panti Asuhan “HUKE INA” di Kota Namlea, Kabupaten Buru, Jumat (26/2) kemarin.

Orang nomor satu di Kantor Kejari Buru itu, sebelum mengunjungi Panti Asuhan, awalnya mengadakan pertemuan perdana sekaligus perkenalan dengan seluruh pegawai serta pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Buru.

Kajari Buru Muhtadi, melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari Buru, Azer Jongker Orno, dalam rilisnya kepada Wartawan mengatakan, kegiatan kunjungan ke Panti Asuhan Huke Ina tersebut dalam rangka silaturahmi dengan Pengurus Panti dan Para Santri.

” Kedatangan Kajari Buru beserta Isteri dan rombongan, disambut hangat oleh Kepala Panti Asuhan HUKE INA Bahri Fatsey, pengurus Panti dan para Santri. Sebelum bertatap muka dengan para santri, dalam kunjungan tersebut, Kajari Buru sempat melaksanakan Sholat Ashar bersama Pengurus dan para Santri di mushola Panti,” ungkap Kasi Intelijen, Azer Jongker Orno, Jumat kemarin.

Jaksa dengan tiga balok emas di pundak itu mengaku, Dalam tatap muka bersama para Santri, Kajari Buru berpesan agar para santri komitmen menghafal alQuran, karena yang laki-laki akan menjadi imam bagi keluarga dan santri perempuan akan menjadi pendidik pertama bagi anak.

“Santri juga tidak boleh pesimis namun harus optimis menyongsong masa depan, dengan giat menuntut ilmu untuk bekal kehidupan ke depan,” imbuhnya.

Di akhir pesannya, lanjut Orno, Kajari yang baru tiba di Kota Minyak Kayu Putih ini mengutip pepatah “Man jadda wa jada” yang artinya, siapa yang sungguh sungguh dia akan berhasil. “Man Shobaro Dhzonfiro” siapa yang bersabar akan beruntung. “Man Yazro Yahsud” siapa yang menanam dia akan menuai.
“Kajari juga berpesan agar santri berpegang pada pepatah tersebut,” pesannya.

Sebelum menutup agenda kunjungan tersebut, tambah Orno, Kajari memberikan sedekah kepada para Santri, sebagai tali silahturahmi Kajari Buru dan Isteri kepada santri yang merupakan anak yatim, karena tujuan utama kunjungan tersebut adalah mengawali pekerjaan dengan bersedekah.

“Menurut Kajari, agama Islam menempatkan anak yatim dalam posisi yang begitu istimewa, dengan kedudukan istimewa itu, tidak heran kalau umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah kepada anak yatim. Oleh karena itu Kajari berjanji, akan kembali mengunjungi Panti Asuhan tersebut di lain waktu untuk memperbanyak sedekah,” pungkas Orno.

Turut Hadir dalam kunjungan tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kejari Buru, Azer Jongker Orno, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Buru, Boby Virgo, Pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini wilayah Buru, Kepala Panti Asuhan Huke Ina, Bahri Fatsey, Kasi Bimbingan Sosial Panti Huke Ina, Aman Mony, Kasubag Tata Usaha Panti Huke Ina, Ismail Soulissa.(SAD).

Comment