by

Awilinan Jadi Kampung Reforma Agraria di Buru

BURU-BKA, Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kabupaten Buru, lakukan sosialisasi pilot project “Kampung Reforma Agraria” di Desa Awilinan, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, baru-baru ini.

Kepada wartawan, Sabtu (24/7), Ketua Panitia Tim Pelaksana Harian GTRA Kabupaten Buru, Nurdin Karepesina mengatakan, kegiatan tersebut telah berlangsung sejak Senin, 19 Juli pekan kemarin. Yakni bertempat di balai pertemuan yang didasarkan awal pendataan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dibeberapa desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Buru, mengerucut sampai pada keputusan memilih Desa Awilinan sebagai pilot project Kampung Reforma Agraria.

“Tentunya semua tahapan sudah dilewati baik penilaian berdasarkan semua aspek dan unsur-unsur penataan asset, penataan penggunaan tanah dan penataan akses reforma agraria merupakan tugas pemerintahan yang harus dilaksanakan oleh kementerian dan lembaga terkait sehingga harus ada sinergi antara semua pihak, antara semua institusi terutama pihak ATR/BPN dan Pemerintah Daerah,” tutur Karepesina.

Kepala BPN Kabupaten Buru ini, juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim GTRA Kabupaten Buru, atas kerja keras komunikasi dan koordinasi lintas sektor yang terbangun dengan baik.

“Sehingga dari pelaksanaan GTRA memiliki arti penting sebagai upaya menata kembali hubungan antara masyarakat dengan tanah. Yaitu menata kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah yang berkeadilan,” sebutnya.

Dijelaskan, keberhasilan pelaksanaan reforma agraria dalam skala kecil dapat diwujudkan lewat pilot project kampung reforma agraria. Dengan skema pengembangan penataan akses menggunakan skema akses mengikuti aset.

“Desa Awilinan, Kecamatan Air Buaya ini, memiliki akses potensi yang besar untuk dikembangkan. Dan ini yang menjadi nilai tambah, sehingga desa ini terpilih sebagai pilot project kampung reforma agraria yang telah disahkan lewat surat keputusan (SK) Bupati Buru nomor: 66/SK-81.04/VI/2021,” tuturnya. (MSR)

Comment