by

Ayah Bejat Dihukum 10 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Ananias Lawalata alias Is, ayah bejatyang didakwa melakukan tindak persetubuhan terhadap anak tirinya dihukum pidana penjara selama 10 tahun.

Vonis itu disampaikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon pada persidangan yang dipimpin Feliks R. Wuisan Cs, Jumat (18/9).

Dalam amar putusan majelis hakim, pria yang bermukim di kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, ini dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan, sebagaimana diatur dalam pasal 285 KUHPidana, jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur, serta menjatuhi hukuman 10 tahun penjara kepada terdakwa, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” ungkap Ketua Majelis Hakim.

Untuk diketahui, putusan hakim ini sama dengan tuntutan JPU, Lilia Heluth, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun, dikurangi selama terdakwa berada di tahanan.

JPU dalam pertimbangan memberatkan, mengatakan, perbuatan terdakwa sangat membuat korban malu. Apalgi korban merupakan anak tiri terdakwa. Sedangkan yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan dan menyesali perbuatannya.

Sebelumnya JPU Kejari Ambon dalam berkas dakwaannya, menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi berulang kali, sejak tahun 2013 hingga 2017.

Saat itu, istri terdakwa (ibu korban) tidak berada di rumah. Korban yang baru pulang sekolah, dimarahi oleh terdakwa tampa alasan yang jelas.

Selanjutnya, saat terdakwa di dalam kamar, korban diminta mengikutinya. Sambil mengancam, korban diminta menuruti kemauan terdakwa untuk berhubungan badan layaknya suami istri.

Perbuatan terdakwa terus berlanjut hingga korban duduk di bangku SMA. Ibu korban memang sudah mendengar tentang hal itu, namun tidak berdaya membela korban.

Karena tidak tahan denganperbuatan bejat ayah tirinya, korban mengadukan perbuatan itu kepada bibinya, yang langsung geram dan melaporkan perbuatan tidak pantas itu pada Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.(SAD).

Comment