by

Ayah Cabul Mohon Keringanan Hukuman

Ambon, BKA- Bakri Wadjo ayah pencabul anak dibawah umur, di kawasan Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon meminta kepada majelis hakim supaya meringankan hukumannya.

Hal ini disampaikan kuasa hukum terdakwa, Dominggus Huliselan, ketika di hubungi melalui Selulernya, Minggu (25/10).

Kata dia,tuntutan atau ancaman hukuman 10 tahun yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), kepada ketua majelis hakim yang memeriksa perkara ini, menurutnya terlalu berat.

“Kita tetap minta keringanan, karena ancaman hukum dari jaksa di nilai terlalu berat,” jelas pengacara muda itu.

Sebelumnya, Bakri Wadjo, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku dengan pidana penjara selama 10 Tahun.

Selian pidana badan, lelaki tua bangka berusia 53 Tahun ini dibebankan membayar dendan Rp.800 juta subsider empat bulan kurungan.

Tuntutan JPU tersebut dibacakan dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim,Felix R. Wuisan, didampingi Jenny Tulak dan Yanti Wattimury selaku hakim anggota. Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Dominggus Huliselan, di persidangan Pengadilan Negeri Ambon, Senin (12/10).

Didalam amar tuntutan JPU, Lilia Helut, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur sebagaimana diatur dalam pasal 82 ayat (1) UU RI No17/2016 tentang penetapan peraturan pemerintah penganti UU RI No.1/2014 tentang perubahan ke dua atas UU RI No.23/2004 tentang perlindungan anak joncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhi hukuman penjara kepada terdakwa selama 10 Tahun, dipotong masa tahanan,”tandas JPU dalam berkas tuntutannya.

Dalam berkas dakwaannya, JPU Lilia Helut menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa itu terjadi tepat di rumahnya di Salobar.

Terdakwa tega melakukan pencabulan kepada anaknya sendiri yang berumur sebelas tahun saat berada di rumah. Awalnya korban berpikir, ayahnya menyuruh untuk menggaruk badan di dalam kamar. Ternyata korban dicabuli terdakwa.

Karena tak tahan dengan perbuatan terdakwa, korban lalu pergi kerumah mamanya yang tidak jauh dari rumah terdakwa. Dia lalu menangis dan menceritakan perbuatan terdakwa.

Ibunya lalu melaporkan perbuatan terdakwa ke Pihak Polresta Ambon untuk diproses lebih lanjut.(SAD)

Comment