by

Ayah Pemerkosa Anak Diringkus Polisi

Ambon, BKA- Tega menyetubuhi anak kandungnya yang masih dibawah umur, AT yang merupakan warga Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, kini meringkuk di tahanan Mapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, setelah dibekuk tim Buser.

Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon, AKP Mido J Manik, mengungkapkan, perbuatan AT diketahui oleh ibu korban, karena anaknya sudah berbadan dua alias hamil.

Tak terima dengan perbuatan bejat itu, ibu korban langsung melaporkan hal itu ke Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, pada Kamis, 12 November, pekan kemarin, untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

“Jadi kita menerima laporan sejak Kamis, 12 November. Tim Buser baru melakukan penangkapan pada Jumat, 13 November,” ungkap Mido, Senin (16/11).

Lanjutnya, dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku, sudah menggagahi korban berulang kali. “Aksi bejat pelaku sudah berulang kali. Pelaku memperkosa korban berkali kali. Pertama kali terjadi pada bulan Februari 2020 dan terakhir kalinya terjadi pada 13 Juli 2020,” beber dia.

Perwira Polri yang punya tiga balok emas dipundak itu menuturkan, kejadian bermula sekitar Desember 2019 lalu. Pelaku mengajak korban untuk tinggal bersama di rumahnya.

Korban sama sekali tidak curiga, karena pelaku merupakan ayah kandungnya. Namun setelah tinggal bersama selama beberapa bulan, tepatnya pada Februari, pelaku baru menunjukan sikap bejatnya.

“Saat itu pelaku datang dengan kondisi mabuk dan langsung memeluk korban dari arah belakang. Pelaku juga ajak korban untuk berhubungan badan, namun korban menolak. Tapi pelaku tetap memaksa, hingga korban tidak berdaya,” bebera Kasat Reskrim.

Kejadian itu terulang kembali pada 13 Juli lalu. Saat itu pelaku yang sudah mabuk, mendatangi korban yang sedang tidur dan langsung memperkosanya.

Kejadian tersebut terungkap setelah ibu korban menyadari kondisi anaknya yang sudah berbadan dua, dengan usia kehamilan sekitar 5 bulan.

Setelah ditanya siapa pelakunya, korban akhirnya menceritakan semua perbuatan bejat sang ayah kepadanya. Tidak terima, ibu korban akhirnya melapor.

“Saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kita jerat dengan persetubuhan terhadap anak, sebagaimana dimaksud Pasal 81 ayat (1), (2), dan (3) UU RI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016, tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU, dengan ancaman 20 tahun penjara,” pungkasnya. (SAD)

Comment