by

Ayah Penganiaya Anak Tiri Dipecat Dari PNS

Ambon, BKA- Fredi Manusu alias Edi alias Bapa Ani, diberhentikan sementara dari status ASN supir ambulance RSUD dr. M. Haulussy Ambon atau ASN Pemerintah Provinsi Maluku, karena perbuatannya yang tega menganiaya anak angkatnya hingga tewas.

Kepala BKD Provinsi Maluku, Jasmono, mengungkapkan, pemberhentian sementara itu dilakukan pasca Fredi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.

“Karena yang bersangkutan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku, maka yang bersangkutan harus diberhentikan sementara sebagai PNS terhitung sejak ditahan,” terang Jasmono, di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (4/12).

Menyusul pemberhentian sementara dari ASN itu, maka hak-haknya juga tidak dibayar alias ditahan. “Jadi itu pemberhentian sementara, sambil menunggu proses hukum. Sebagaiman diatur dalam UU ASN Nomor 5 tahun 2014, kemudian PP 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS, sebagaimana diubah dengan PP nomor 17 tahun 2020 dan PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS,” beber Jasmono.

Untuk diketahui, setelah melalui serangkaian penyidikan, penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease melimpahkan berkas pembunuhan terhadap anak angkat, dengan tersangka dua ASN Pasangan Suami Istri (Pasutri) di Lorong Mayat, Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, ke Jaksa Penuntut umum (JPU) Kejari Ambon.

“Jadi berkas kedua tersangka sudah dilimpah ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Ambon untuk diteliti,” ungkap Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Izack Leatemia, kepada Beritakota Ambon, Jumat (6/11).

Menurutnya, berkas perkara ini akan diteliti JPU selama 14 hari ke depan. Setelah itu akan dikembalikan ke penyidik disertai dengan petunjuk dalam berkas perkara.

“Akan diteliti oleh JPU selama 14 hari ke depan. Setelah itu, JPU akan kembalikan lagi ke penyidik untuk dilengkapi sesuai petunjuk yang ada dalam berkas perkara,” jelasnya.

Perwira pertama Polri ini mengaku, untuk proses ke depan, penyidik sifatnya menunggu petunjuk dari JPU. “Prinsipnya penyidik menunggu arahan atau petunjuk dari JPU saja, kalau belum lengkap, penyidik siap lengkapi,” tandasnya.

Sebelumnya dikabarkan, pasangan suami-istri, Fredy Maunusu dan Maria Kabir alias Mery, diduga tega menganiaya anak angkat mereka yang masih berusia 7 tahun hingga tewas.

Kedua pasutri yang bermukim di Lorong Mayat, Kudamati, Kecamatan Nusaniwe itu berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Maria merupakan Guru di SD Negeri 82 Ambon. Sedangkan Fredy merupakan supir ambulance RSUD Haulussy.

Ayah korban, Amid Uktolseja, ketika ditemui koran ini, mengatakan, kemungkinan penganiayaan yang anaknya itu sudah dilakukan kedua pelaku berulangkali. Itu sesuai penuturan tetangga di TKP.

“Tetangganya disitu bilang, kalau korban itu setiap hari dipukul. Terakhir, korban dianiaya hingga badannya lemas-lemas, wajah dan belakang korban memar. Kemudian korban dibawa ke Tial. Sampai disana, korban meninggal dunia,” ungkap Hamid, 8 Oktober 2020 lalu.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, membenarkan kejadian ini. Dugaan tindak pidana yang dilakukan kedua pasutri ini terjadi beberapa hari lalu. Namun keduanya baru ditangkap pada Rabu (7/10) malam, di kediaman mereka.

“Iya, benar, kedua pasangan suami-istri itu sudah kita amankan di Polresta, untuk kepentingan penyidikan lanjut,” ungkap Simatupang, Kamis (8/10).

Mantan Kapolres Pulau Buru itu melanjutkan, untuk sementara, kedua pelaku disangkakan dengan pasal 170, 340, 338 KUHPidana, dengan ancaman 20 Tahun penjara.(SAD).

Comment