by

Bahan Pokok Aman Selama PPKM

AMBON-BKA, Kebutuhan pokok berupa beras, bawang hingga cabe dan lainnya untuk wilayah Maluku khususnya kota Ambon, dijamin aman selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Untuk kebutuhan pokok di Maluku, dan khususnya Ambon, ketersediaan untuk beras saja di atas tiga bulan kita punya. Hasil ketahanan yah, hasil pantau teman teman perindag di distributor,” terang Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Maluku, Poli Jamlean, kepada wartawan, Kamis (5/8).

Hasil pantauan di ritel-ritel modern, lanjut Poli, seperti Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya masih memiliki stok bahan pokok yang dipasarkan. “Untuk ritel-ritel modern masih ada stok beras dan kebutuhan pangan lainnya,” tukasnya

Menurut dia, kondisi ini tetap terjaga karena selalu dilakukan koordinasi dengan para distributor, pedagang hingga perusahaan pelayaran.

“Ada 4 perusahan pelayaran. Setiap barang mau masuk dan keluar, mereka sampaikan berapa barang yang masuk dan keluar. Karena kami jalani kordinasi dengan baik. Sehingga dipastikan bahwa sampai saat ini, distribusi kebutuhan pokok itu di Maluku lancar,” sebutnya.

Dijelaskan, pihaknya terus melakukan pengawasan dengan Satgas Pangan, guna memastikan stok bahan pokok aman untuk beberapa waktu kedepan.

“Itu langkah-langkah yang kita lakukan, baik dalam kondisi hari raya maupun normal. Itu merupakan protap kami. Hari libur pun kami bekerja kalau memang kondisi yang sangat mendesak seperti kemarin jelang lebaran,” tutur Poli.

Sementara untuk harga harga dan pasokan cabe, lanjut dia, mengalami penurunan karena kurangnya permintaan.

“Bulan Juli kemarin itukan harga cabe bergerak naik. Karena di daerah sentra produksi di pulau Buru, ada cuaca ekstrim, sehingga harga naik. Jadi sementara pasokan dari Malteng saja. Tapi di akhir bulan Juli kemarin sudah mulai turun. Itu mungkin mereka hitung akumulasi dari minggu pertama juli,” paparnya.

Kemudian untuk pasokan bawang, sentra distribusi dari Probolinggo, bawang mengalami kenaikan harga hingga Rp 40 ribu dari Rp 20ribu per kilo.

“Untuk stok terpantau stabil. Ini kan setiap kapal kan ada bawa masuk bawang. Memang bawang kan tidak sama seperti beras yang masuk dengan jumlah yang lumayan banyak. Itu (bawang) masuk sedikit tapi tetap terpenuhi,” tutupnya. (IAN)

Comment