by

Bak Olahan Emas Gunung Botak Kembali Dimusnahkan

AMBON-BKA, Polsek Waeapo, Polres Pulau Buru kembali menemukan 10 unit bak olahan emas dengan sistem rendaman milik Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang tak dikenal di area tambang Gunung Botak, Kabupaten Buru, Kamis (5/8). Seluruh bak olahan itu kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar.

Bak olahan material emas ini, ditemukan saat aparat Polsek Waeapo kembali melakukan penyisiran di lokasi sungai jalur B, Kawasan Gunung Botak, Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata.

“Hari ini kami kembali menyisir lokasi tambang emas di Gunung Botak, dan menemukan sebanyak 10 bak rendaman,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Rum Ohoirat.

Baca juga: Desakan Ekonomi, Masyarakat Kembali Rambah Gunung Botak

Dari 10 bak rendaman itu, kata Ohoirat, langsung dimusnahkan bersama peralatan lainnya. Pemusnahan dengan cara dibakar dan dirusaki, agar tidak lagi digunakan para PETI.

“Selain bak rendaman, personil juga menemukan pacul, sekop dan sebagainya. Semuanya sudah dimusnahkan,” teragnya.

Razia rutin yang ditingkatkan dan dipimpin langsung Kapolsek Waeapo, Ipda Zainal, dengan mengerahkan sebanyak 20 orang personil.

“Penyisiran hari ini tidak menemukan para PETI. Mereka diduga sudah kabur sejak dilakukan razia pada Selasa (3/8) kemarin,” kata dia.

Jubir Polda Maluku ini mengaku, selain menyisir lokasi tambang dengan sasaran para PETI, juga menghimbau masyarakat yang mendiami sekitar lokasi itu. Mereka diminta agar tidak melakukan aktivitas ilegal di area tambang, apalagi menggunakan bahan kimia berbahaya seperti sianida dan merkuri.

Baca juga: Masyarakat Minta Legalkan Tambang Gunung Botak

“Kami juga terus menghimbau masyarakat yang bermukim disekitar lokasi tambang emas untuk tidak melakukan aktifitas penambangan emas menggunakan bahan kimia berbahaya. Karena dapat merusak lingkungan,” pintanya.

Pihaknya, lanjut dia, juga memberikan arahan agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam menjaga lingkungan di alur sungai jalur B, Dusun Wamsait itu.

“Kami juga meminta masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dari para PETI. Jika melihat adanya kegiatan penambangan emas tanpa izin, agar dapat segera melapor ke Polsek Waeapo atau anggota polisi terdekat,” pesannya. (SAD)

Comment