by

BAKTI Janji Bakal Bangun 679 BTS di Maluku

Ambon, BKA- Dalam agenda pertemuan Komisi I DPRD Maluku dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, Maluku dijanjikan untuk menerima bantuan 679 Base Transceiver Station (BTS) sebagai akses telekomunikasi.

Bantuan 679 BTS tersebut akan disediakan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), uang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) Kemenkominfo.

Staf Divisi layanan IT BAKTI, Anggayomi Amanda, mewakili Dirut BAKTI saat menemui rombongan Komisi I DPRD Maluku, Selasa (6/4), mengatakan, secara teknis, proses pembangunan BTS itu direncanakan dalam kurun waktu dua tahun, yakni, 2021 hingga 2022.

Pembangunan 679 BTS itu akan dilakukan di 11 kabupaten/kota di Maluku, kecuali Kota Ambon yang secara teknis sudah memenuhi kebutuhan masyarakat.

“BAKTI ini kan BLU-nya Kominfo. Anggaranya bukan APBN, tapi Anggaran Pendapatan Negara Bukan Pajak (APNBP). Jadi sejak pimpinan BAKTI sebelumnya, kita sudah inginkan Indonesia Merdeka sinyal. Namun kenyataan, semuanya tidak didukung dengan anggaran yang sesuai. Sehingga dengan kepimpinan yang baru, pak Jhony Plate, beliau berjuang untuk menemui Menkominfo untuk minta, agar selain APNBP, bisa ada anggaran tambahan untuk dibangun BTS. Kalau tidak, bagaimana Indonesia merdeka sinyal. Akhirnya berhasil,” ungkap Anggayomi Amanda.

Hasil pertemuan Dirut BAKTI dengan Menkominfo, lanjutnya, di tahun anggaran 2020 lalu, telah disetujui anggaran untuk penyelesaian penambahan BTS pada seluruh wilayah di Indonesia, yang belum terjangkau akses internet dan telekomunikasi. Termasuk di Maluku.

Namun ditahun yang sama, hal itu terkendala oleh pandemi Covid-19. Sehingga terjadi refocusing anggaran. Akibatnya, terjadi pengurangan anggaran.

Tapi khusus untuk tahun 2021, kata Anggayomi Amanda, penambahan akses internet tetap menjadi usulan BAKTI.

“Kami sudah rapat besar dengan seluruh operator seluler dan Kominfo, bahwa di seluruh Indonesia terdapat 12.500 titik yang belum ada BTS signal 4G. Dari jumlah itu, ada 9 ribu tugas BAKTI bangun BTS dengan anggaran yang sudah disediakan. Dan seribu sekian, yang sudah dibangun. Sehingga lewat terget pak Menteri, ada 790.00 titik yang akan dibangun lagi di seluruh Indonesia. 679 titiknya ada di Maluku, sisanya di Papua dan Papua Barat,” bebernya.

Dari 679 BTS, terang Anggayomi Amanda, akan dibangun dalam kurun waktu dua tahun. Namun sebelumnya, harus dilakukan survey lapangan dulu untuk memastikan kondisi yang ada di Maluku.

“Dari 11 kabupaten hanya delapan kabupaten yang masuk program BAKTI. Minus Kota Tual, Malra dan Kota Ambon. Tapi Kota Tual dan Malra, masuk dalam program operator seluler. Ambon tidak masuk dalam program keduanya, karena semuanya sudah terkafer,” akuinya.

Untuk saat ini, katanya, Maluku sudah memiliki sekitar 732 titik, yang bisa mengakses internet OnAir. Itu terbanyak di Indonesia. Jumlah BTS yang tersedia sebanyak 243 titik. Rencanya akan dilakukan update jaringan yang belum 4G.

“Kami juga sudah layangkan surat ke 8 kabupaten yang akan dibangun BTS. Tujuanya untuk konfirmasi terkait dengan ada atau tidaknya signal seluler, khusus wilayah-wilayah di SBB dan Malteng. Tapi hingga saat ini belum ada jawaban. Sehingga lewat pertemuan ini, sangat diharapkan bantuan dari DPRD untuk bisa dikonfirmasikan,” pintanya.

Dari data yang diperoleh, BTS yang akan dibangun Malteng sebanyak 32 titik, SBB 38 titik, Aru 107 titik, MBD 112 titik, Buru 35 titik, Bursel 74 titik, KKT 65 titik dan SBT 150 titik. Semuanya sudah menjadi putusan Menteri Kominfo RI, untuk segera dibangun.(RHM)

Comment