by

Balita Tewas di Kolam Gereja

beritakotaambon.com – VP seorang balita laki-laki usia 3 tahun ditemukan tewas di Kolam Baptis Gereja Pantekosta, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (15/9), sekitar pukul 06.50 WIT.

Mayat siswa binaan Yayasan Prima Sejahtera (Panti Asuhan Lidya) itu ditemukan mengapung di permukaan air kolam, dengan posisi tengkurap.

Kapolsek Sirimau, AKP Mustafa Kamal, kepada Beritakota Ambon, menuturkan, penemuan mayat korban diketahui dari saksi Pendeta Marlena Lolaen (61).

Saksi menuturkan, korban telah menghilang sejak 14 September 2021, kemarin.

“Awalnya saksi bersama suaminya, pergi memberi makan kepada korban. Namun korban tidak ada di tempat. Saksi kemudian memberitahukan anggota jemaat, untuk mencari korban selama satu hari. Namun korban tak kunjung ditemukan,” ujar AKP Mustafa.

Pencarian kemudian dilanjutkan oleh saksi dan jemaat, hari ini (kemarin). Sekitar pukul 06.50 WIT, saksi mendengar bunyi genangan air, yang berasal dari keran air kamar mandi.

Baca juga: Polres MBD Tingkatkan Pelayanan Vaksinasi

Spontan saksi menuju ke kamar mandi untuk menutup keran air tersebut. Setelah itu, saksi menuju tangki air kolam baptis, karena berpikir bahwa air pada tangki sudah penuh.

“Pada saat saksi mendekati kolam baptis, saksi langsung kaget melihat korban dalam keadaan tengkurap. Sehingga saksi berteriak minta tolong kepada jemaatnya, untuk melihat kondisi korban,” katanya.

Perwira Polri dengan tiga balok emas itu mengaku, setelah melihat kondisi tersebut, anggota jemaat langsung melaporkan hal itu ke Polsek Sirimau, untuk ditindaklanjuti.

“Saat menerima laporan, anggota langsung turun mengamankan TKP. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Tantui Polda Maluku,” jelasnya.

Terhadap peristiwa tragis itu, lanjut AKP Mustafa, penyidik sudah mengambil keterangan dari pemilik Yayasan Prima Sejahtera (Panti Asuhan Lidya). Karena korban selama ini dititip di panti asuhan tersebut oleh ibunya, Mei Patthuku (41), yang beralamat di Air Salobar.

Baca juga: Cabul, Dua Pelaku di Buru Terancam 15 Tahun Bui

“Korban dititip di yayasan itu sejak tahun lalu. Kemudian pihak keluarga menolak otopsi dan menolak memproses hukum pengurus yayasan. Keluarga mengiklaskan kematian korban. Menurut mereka, hal ini mungkin saja merupakan satu musibah,” pungkasnya.(SAD)

Comment