by

Bank Bukopin Bakal Ganti Nama Jadi KB Bukopin

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) akan berganti nama menjadi KB Bukopin pada 2021 nanti. Tujuannya, untuk meningkatkan brand image perusahaan.

Direktur Utama Bukopin Rivan Achmad Purwantono mengatakan rencana tersebut sejalan dengan transformasi perusahaan, usai bergantinya pemegang saham pengendali perseroan dari PT Bosowa Corporindo menjadi KB Kookmin Bank.
“Nanti akan dilakukan RUPS untuk rencana perubahan nama perusahaan. Akan dilakukan pada 22 Desember tahun ini,” katanya, dalam konferensi pers virtual, Senin (30/11).
Saat ini, kata Rivan, Bukopin tengah berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan rencana tersebut. “Semester I tahun depan branding baru dapat digunakan secara resmi, setelah mendapatkan izin dari regulator,” imbuhnya.
Rivan juga menjelaskan KB Kookmin Bank ke depan akan menerapkan pengalaman mereka dalam bisnis Bank Bukopin yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan.
Salah satu kebijakan yang baru saja diterapkan adalah penyesuaian penyajian laporan keuangan Bank Bukopin per 31 September 2020 yang mengikuti standar akuntansi yang diterapkan di grup KB Kookmin Bank.
Sehingga untuk mempersiapkan audit laporan keuangan secara penuh pada periode Desember 2020, perusahaan mempersiapkan langkah penyesuaian tersebut di antaranya dengan melakukan telaah terbatas untuk laporan keuangan posisi September 2020.
“Hal ini yang menyebabkan kami baru dapat melaporkan laporan keuangan hari ini, tentunya setelah kami terus berkomunikasi dengan regulator,” terang Rivan.
Sebagai pemegang 67 persen saham Bank Bukopin, menurut Rivan, kehadiran KB Kookmin Bank juga telah memberikan dampak positif terhadap kinerja bisnis perusahaan, khususnya dalam hal permodalan, perbaikan proses internal, dan pengawasan.
Per 30 September 2020, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) meningkat menjadi 16,34 persen dari 12,59 persen secara year to date.
Kemudian, total ekuitas naik 17,27 persen seiring tambahan modal Rp3,9 triliun dari dua Aksi Korporasi yang dilaksanakan Bukopin, yaitu Penawaran Umum Terbatas V pada Juli 2020 dan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu pada 2 September 2020.

Dalam kesempatan yang sama Chief Strategic Officer Bank Bukopin Ji Kyu Jang menjelaskan perusahaan telah menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat fundamental bisnis.
Di bidang pemasaran, misalnya, kehadiran KB Kookmin Bank sebagai PSP akan mendorong penguatan basis nasabah Bank Bukopin, termasuk ke komunitas Korea. Apalagi, saat ini terdapat sekitar 2.000 perusahaan dan 30 ribu warga Korea Selatan di Indonesia yang potensial menjadi nasabah Bukopin.
Jang mengungkapkan bahwa KB telah mengalami proses yang sama sekitar dua dekade lalu. Ia optimistis kehadiran KB dapat berperan aktif dalam proses transformasi Bank Bukopin dengan turut mengembangkan sektor ritel, termasuk UMKM di Indonesia, dengan Bank Bukopin sebagai armadanya.
Menurut Jang, dalam 5 tahun ke depan, Bukopin memiliki beberapa target dan strategi besar yang akan dijalankan. Pertama, melakukan diversifikasi portofolio sebagai pemain utama di segmen ritel dan UMKM serta mitra internasional terkait transaksi perdagangan oleh nasabah-nasabah Korea Selatan.
Kedua, perbaikan Internal untuk memperkuat fundamental dan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan. Ketiga, rebranding untuk memperkuat kolaborasi Bank Bukopin dan KB Kookmin Bank.
Keempat, meningkatkan kekuatan yang ada melalui dukungan keahlian dan jaringan KB Kookmin Bank. Kelima, memantapkan strategi untuk pemulihan cepat dan membangun kembali fundamental bisnis yang lebih kuat.
“Harapannya Bank Bukopin akan menjadi 10 bank teratas tahun 2025 dengan return on equity 10 persen dan kapitalisasi pasar Rp30 triliun,” tandasnya. (INT)

Comment