by

Bansos Solusi Kurangi Angka Kemiskinan

beritakotaambon.com – Meski dana kelurahan yang dikucurkan dari pusat sangat terbatas, namun Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon tetap berupaya mengurangi angka kemiskinan di masa pandemi Covid-19 di lingkungannya lewat bantuan sosial (bansos).

Hal tersebut dilakukan, agar warga, khususnya para pelaku usaha bisa meningkatkan usahanya di tengah kondisi wabah saat ini.

“Kalau bicara penanganan kemiskinan itu skopnya besar. Kalau kita mau tangani itu dari segi mana dulu. Misalnya dengan berikan bantuan seadanya itu masih bisa. Karena kelurahan juga terbatas, tidak bisa berbuat banyak,” terang Lurah Mangga Dua, Hellen Ritiauw, kepada media ini, Kamis (26/8).

Diakuinya, hingga saat ini belum ada data tetap bagi penduduk miskin di kelurahannya. “Tidak ada data tetap warga miskin. Karena tidak ada batas ukur untuk mengukur apa masyarakat ini miskin. Memang ada beberapa ukuran yang dipakai oleh kementerian. Tapi kelurahan sendiri belum ada,” bebernya.

Sejauh ini, sambung dia, kelurahan sudah memberikan beberapa bantuan bagi warga yang dianggap tidak mampu. Misalnya pemberian bantuan seragam dan alat tulis bagi siswa kurang mampu. Selain itu juga ada bantuan seperti Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM).

“Sejauh ini mungkin yang bisa kami lakukan itu hanya bantuan kecil. Seperti kemarin kami beri bantuan seragam dan alat sekolah bagi siswa kurang mampu. Kalau UMKM juga kami berikan. Sisanya itu bantuan dari kementerian seperti BPNT dan lain-lain,” tutupnya.

Baca juga: Pemdes Batu Merah Fasilitasi Belajar Anak

Disisi lain, tambah Hellen, penerima bantuan di kelurahannya mengalami perubahan data. Karena adanya warga yang terdaftar dalam dua bansos yang diberikan pemerintah maupun lewat kelurahan. Sehingga pihaknya mengambil kebijakan untuk membuat warga sendiri yang memilih bantuan yang diinginkan.

“Jadi memang ada perubahan bukan pengurangan. Jadi nama warga penerima BST juga terdaftar dalam penerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Jadi warga disuruh memilih antara dua bantuan tersebut. Sehingga terjadi perubahan data penerima,” tuturnya.

Dia menjelaskan, ada sekitar 40 lebih penerima yang lebih memilih BPNT dari pada BST. Karena menilai, BPNT merupakan bantuan jangka panjang, yang terus berlanjut selama pandemik.

Dan sudah ada pengajuan bantuan lain dari dana kelurahan untuk masyarakat. Namun masih menunggu keputusan Pemerintah Kota Ambon.

“Kami juga sudah mengajukan bantuan bagi warga dari dana kelurahan. Namun masih menunggu persetujuan dari pemkot. Kalau bantuan seperti sembako itu dari dinas sosial langsung, jadi kami belum tahu pasti apakah masih dijalankan,” tutup Hellen. (BKA-2)

Comment