by

Bantuan Pemda MBD Kepada Mahasiswa Terkendala Norek

Ambon, BKA-Ketua tim seleksi penerima bantuan biaya hidup maahasiswa asal Maluku Barat Daya (MBD), Oyang Philipus, mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengalami kendala untuk menyalurkan bantuan tersebut.

Kendala yang pihaknya hadapi untuk melakukan penyaluran itu disebabkan, karena banyak mahasiswa penerima yang tidak memiliki nomor rekening (Norek).

Karena kendala itu, kata Philipus, membuat proses penyaluran bantuan kepada mahasiswa untuk sementara beum bisa disalurkan. Sehingga pihaknya tengah berupaya untuk mencarikan jalan keluar, gua membantu para penerima bantuan yang belum memiliki Norek tersebut.

“Jadi kalau semuanya sudah selesai, baru akan diumuman secara resmi terkait bantuan yang akan diberikan itu. Untuk saat ini, kita sementara membantu mahasiswa yang belum memiliki Norek, agar bisa cepat selesai. Kan tidak mungkin kita salurkan bantuan, kalau masih mahasiswa yang terkendala. Ini bantuan untuk mahasiswa terdampak Covid-19, sehinga diupayakan untuk semua yang lulus seleksi serta proses verfikasi bisa terima bantuan yang nanti diberikan,” ungkap Philipus, Minggu (23/8).

Untuk itu dia meminta kepada semua mahasiswa, khusus yang sudah lulus seleksi agar tetap bersabar. Jika semua penerima bantuan sudah memiliki Norek, maka akan diumumkan secara resmi untuk diketahui.

“Mohon pengertian baik dari semua mahasiswa yang sudah berproses dan sementara menunggu, agar tetap bersabar hingga kita selesaikan kendala-kendala yang ada dulu. Kalau semua sudah selesai, maka kita akan umumkan hasilnya secara resmi. Tapi untuk saat ini, kita sementara upayakan, agar yang belum memiliki norek bisa cepat diatasi. Supaya bisa mendapatkan bantua yang ada,” pintanya.

Sebelumnya diberitakan, jumlah mahasiswa MBD yang melakukan pendaftaran untuk menerima bantuan itu sekitar 800-an orang. Mereka semuanya benar-benar memiliki identitas sebagai masyarakat MBD.

“Kalau yang tidak bisa mendaftar, mungkin identitas sudah bukan lagi MBD, melainkan sudah sesuai tempat tinggal. Karena yang kita bantu adalah mereka yang masih beralamat MBD, meskipun tinggalnya bukan di MBD. Jadi dari sekian yang sudah daftar, selanjutnya kita akan melakukan verifikasi data sesuai persyaratan yang diminta,” ujar Philipus, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sebagai tim seleksi, pihaknya hanya bertugas untuk melakukan seleksi. Terkait kapan bantuan itu diberikan, katanya, itu menjadi tanggung jawab Bupati, sebagai penanggung jawab kebijakan.

“Kita hanya menjalankan tugas yang diberikan. Tidak bertanggung jawab untuk mengambil kebijakan diluar itu. Karena itu tanggung jawab Bapak Bupati. Yang pasti, Pemkab akan memberikan bantuan kepada mahasiswa asal MBD yang tidak pulang kampong.”pungkasnya. (LAM)

Comment