by

Banyak Siswa Tidak Tuntas Belajar

Ambon, BKA- Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian terhadap hasil belajar siswa selama belajar rumah sepanjang semester ganjil tahun 2020 lalu, ditemukan banyak siswa yang tidak tuntas belajar. Hal itu disampaikan Kepala SMA PGRI 1 Ambon, Ros Mual, dihadapan para orangtua siswa saat penerimaan raport hasil belajar siswa semester ganjil, Selasa (15/1).

Terhadap hasil belajar tersebut, Mual meminta agar orangtua lebih tingkatkan peran pada semester genap tahun ini. Sehingga kualitas belajar anak dapat diperbaiki.

Karena jika tidak, maka dia tidak segan-segan mengambil keputusan pada penentuan kenaikan kelas pertengahan tahun mendatang.

Mual mengatakan, meskipun proses belajar tidak dilakukan secara tatap muka, namun proses evaluasi maupun penilaian di sekolah yang dipimpinnya itu tetap mengacu pada kriteria penilaian sesuai tuntutan Kurikulum 13 (K13). Jadi jika orangtua tidak memperhatikan jam belajar anak, tentu akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar mereka.

“Tidak ada aturan, karena covid jadi naik kelas. Yang ada adalah sekolah menilai hasil belajar siswa selama 1 tahun. Jadi apa yang siswa berikan, itu yang guru berikan. Kalau tidak tuntas, ya hasilnya tetap tidak tuntas. Kita tidak bisa rekayasa, karena penilaian menggunakan aplikasi. Sehingga saya mintakan kepada orangtua untuk serius mendampingi anak dalam belajar. Karena hasil penilaian selama semester, banyak yang tidak tuntas, karena masa bodo, dengan banyak alasannya. Tidak ikut belajar karena tidak punya pulsa atau Hp rusak. Tapi ketika dipantau, justru aktif terus di facebook. Ini yang harus kita perhatikan bersama di semester genap nanti,” ujar Mual.

Menurutnya, dengan persaingan jaman yang semakin ketat sekarang ini, tentu kedepan akan membutuhkan lulusan yang berkualitas. Jika dari sekarang tidak siapkan generasi sekarang, maka mereka nantyinya akan tergilas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Persaingan sekarang ketat, jadi kita harus siapkan mereka. Kita tidak tahu perkembangan kedepan seperti apa. Jangan sampai justru anak-anak terhambat lantaran nilai raport tidak baik,” pungkasnya.(LAM)

Comment