by

Baru Dikerjakan, Proyek Hotmix Rusak Parah

beritakotaambon.com – Sejumlah proyek Pemerintah Provinsi Maluku yang dikerjakan dengan dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), kembali bermasalah. Salah satunya pada perbaikan jalan yang baru kerjakan di jalan Kebun Cengkeh, tepatnya depan Pesona Alam, Kecamatan Sirimau rusak parah.

Dana yang harusnya untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19, kembali dilakukan untuk perbaikan jalan di tujuh titik. Salah satunya sekitar tanjakan depan Pesona Alam, kurang lebih sepanjang 900 meter, dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar lebih.

Parahnya, proyek yang dikerjakan Dinas PUPR Provinsi Maluku ini lewat PT Sinar Mas Perkasa Sejahtera, justru tidak sesuai dengan perencanaan dan terkesan cuci tangan. Dimana lapisan ketebatalan aspal tidak sesuai, sehingga mengalami kerusakan dan mudah terlepas dari lapisan.

Hal ini bahkan diketahui Dinas PUPR dan Komisi III DPRD Maluku, lewat video amatir yang diambil masyarakat sekitar dan dibagikan lewat media sosial, dengan durasi lebih dari 3 menit. Dalam video tersebut, tampak aspal yang baru dikerjakn itu sudah terkupas. Bahkan bisa dikupas menggunakan tangan kosong.

Baca juga: Belum Setahun, Puskesmas di Aru Rusak Parah

Anehnya, apa yang disampaikan Komisi III DPRD Maluku, berbeda dengan video postingan masyarakat. Dalam video itu, masyarakat banyak yang menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi hampir keseluruhan perbaikan, yang dikerjakan dengan dana SMI itu. Sementara penjelasan Komisi III usai melakukan tinjauan lapangan menyebutkan, kerusakan hanya sekitar 35 meter.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, Hatta Hehanussa, kepada awak media mengaku, berdasarkan hasil kunjungan Komisi setelah melihat kondisi di lapangan, bahwa betul ada kerusakan jalan kurang lebih 35 meter.

“Ada beberapa faktor-faktor yang sudah dijelaskan tadi termasuk pihak PT Sinar Mas Perkasa Sejahtera (kontraktor). Dan karena ada masa pemeliharaan, akan segera diperbaiki dan akan mulai diperbaiki mulai besok (hari ini),” terang Hehanussa.

Hal senada disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak nantinya akan dikupas sebelum dilakukan perbaikan ulang. “Ini kan masih masa pemeliharaan, jadi jalannya tidak semuanya rusak. Kemungkinan besarnya itu ada masalah di lapisan terakhirnya itu,”sebut Rovik.

Politisi PPP ini juga mengaku, proyek yang dikerjakan itu menggunakan APBD Perubahan lewa pinjaman SMI. (RHM)

Comment