by

Baru Diresmikan Danrem, SD Merah Putih Belum Miliki Guru

Ambon, BKA- Danrem 151/Binaiya, Brigjen TNI Arnold A. P. Ritiauw, meresmikan SD Merah Putih Negeri Siahari, Sabtu (23/1).

Peresmian sekolah di kawasan pedalaman Dusun Siahari, Negeri Maneo, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), dilakukan Jenderal Bintang Satu tersebut dalam rangka kunjungan hari ke-2 di wilayah Kodim 1502/Masohi.

Terhadap peresmian sekolah tersebut, Kepala Dusun Siahari, Simron Hipaana, merasa terharu. “Saya sebagai kepala dusun atas nama masyarakat Siahari sangat bersyukur, karena lewat PT. Taspen, TNI AD membangun lembaga pendidikan yang tiga ruangan ada di Dusun Siahari. Sebagai masyarakat, kita semua bersyukur karena di tahun-tahun yang lalu belum ada momen seperti ini,” ujarnya.

Namun, katanya, walau telah memiliki gedung sekolah. Namun saat ini belum tersedia tenaga guru. Sehingga dia berharap, kekurangan tersebut dapat segera diisi oleh pemerintah daerah.

“Saya minta kepada bapak-bapak yang berwewenang dalam mengatur pendidikan, kalau bisa masukan tenaga guru. Karena sekarang ini masih kekosongan guru SMP dan SD. Jadi kami mohon bantuannya,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Camat Seram Utara Timur Kobi, Didik Tristi Warso, berharap, dengan adanya bangunan sekolah tersebut anak-anak di negeri tersebut bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Guna mendukung proses pembanguanan di dusun tersebut, Didik berharap, kerjasama aparat TNI AD dengan masyarakat sekitar terus terjali. Salah satunya mengupayakan pembangunan jembatan menuju Mausuane.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak TNI AD atas bantuan yang telah diberikan kepada kami pembangunan sekolah dasar (SD) yang ada dihadapan kita ini,” harapnya.

Danrem 151/Binaya, Brigjen TNI Arnold A. P. Ritiauw, pada kesempatan itu mengatakan, untuk infrastruktur itu bukan hanya jalan atau jembatan. Tetapi sekolah juga termasuk didalamnya.

“Saya datang kesini atas perintah pak Pangdam XVI/Pattimura. Kami TNI AD selalu terlibat dalam kegiatan di masyarakat, karena TNI ini dari rakyat untuk rakyat dan kembali ke rakyat,” jelasnya.

Danrem mengungkapkan, sewaktu menjabat Danrem di Gorontalo, dia sempat dikagetkan dengan pemberitaan kalau ada masyarakat Maluku yang kelaparan. Yaitu di Mausuane.

“Saya kira itu wartawan salah tulis berita. Tapi ternyata benar. Dan saat ini saya merasa bersyukur, karena untuk sekarang sudah di bangun pemukiman oleh pihak TNI AD yang bekerja sama dengan masyarakat,” ucapnya.

TNI AD tidak mempunyai biaya untuk membangun, katanya, karena keterbatasan anggaran. Akan tetapi kepada pihak Pemda yang bisa membantu, dan TNI AD siap membantu program pemerintah dan akan dikerjakan.

“Saya melihat sekolah ini masih belum mempunyai tempat MCK, untuk itu saya akan memberikan biaya dan perintahkan Danramil untuk membangunnya. Untuk itu, saya akan menambahkan nama sekolah ini dengan nama Sekolah Dasar (SD) Merah Putih,” pungkasnya.

Usai memberikan sambutan, kegiatan itu dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita peresmian SD Merah Putih oleh Danrem 151/Binaiya.(PEN 151)

Comment