by

Baru Keluar Lapas, Limbers Masuk RSUD Dobo

Ambon, BKA- Baru saja selesai menjalani masa hukuman di Lapas Kelas III Dobo, Sutrisno Limbers (20), terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cendrawasih Dobo.

Dia dibacok Leonard Laikaran (61) sebanyak tiga kali, sehingga mengalami luka robek pada bagian belakang badan dan bagian depan badan korban, pada 13 Desember 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Aru, Iptu Galu. F. Saputra, ketika dikonfirmasi BeritaKota Ambon, Selasa (15/12), mengungkapkan, aksi penganiayaan itu dilatar belakangi dendam lama.

“Jadi menurut keterangan korban, pelaku sudah mendendam terhadap korban sejak lama. Entah apa motifnya, kami masih mendalami,” kata Galu.

Lanjutnya, berdasarkan kronologis penganiayaan terhadap Sutrisno Limbers (korban) terjadi pada Minggu (13/12) di Desa Kumul, Kecamatan Aru Utara Timur, Batuley, sekira pukul 20.15 WIT.

“Kejadian penganiayaan pembacokan itu terjadi pada Minggu, 13 Desember 2020, sekira pukul 20.15 WIT. Korban Sutrisno Limbers sementara keluar dari rumah saudara Bobi Limbers (saksi) dan menuju ke gudang milik saksi, guna mengambil barang jualan. Tiba-tiba Leonard Laikaran (pelaku) datang dari arah belakang, tepatnya dari samping rumah saksi, kemudian langsung melakukan penganiayaan dengan cara menebas parang sebanyak 3 (tiga) kali, mengenai bagian belakang badan, sebelah kanan dan sebelah kiri. Sehingga korban mengalami luka robek pada bagian belakang badan dan bagian depan badan,” terangnya.

Korban yang mengalami penganiayaan itu langsung berteriak meminta tolong. “Tolong, beta (saya) dapat pukul”.

Mendengar teriakan meminta tolong, Yohanis Djamjik (saksi 1) menghampiri korban dan mengamankan korban di rumah Bobi Limbers (saksi 2) yang merupakan saudara korban, untuk mendapatkan perawatan.

Alhasil, tidak terima dengan perbuatan pelaku, pihak keluarga korban langsung melaporkan penganiayaan dengan senjata tajam itu ke Polres Kepulauan Aru, untuk membuat LP dengan nomor register 174 / XII / 2020 /MAL /RES ARU, Tanggal 14 Desember 2020, terkait Penganiayaan 351 KUHPidana.

“LPnya sudah kita terima dan kita akan proses sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Galu.(WAL)

Comment