by

Batas Tanah Warga Laha Dibongkar TNI AU

Ambon, BKA- Pembatas tanah atas nama ahli waris Mewar di Desa Laha, kecamatan Teluk Ambon dibongkar pihak TNI AU. Pembokaran itu, diduga dilakukan secara sepihak, Jumat (26/3).

Sekertaris Desa Laha, Fahmi Mewar mengaku, pembokaran batas tanah milik warga Laha, dilakukan tanpa surat izin ke Pemerintah Desa Laha. Dan hal tersebut sangat meresahkan warga Laha.

“Jadi tadi ini (kemarin) terjadi hal yang meresahkan warga desa Laha. Pembatas tanah warga atas nama ahli waris Mewar telah dibongkar paksa oleh TN AU. Pembongkaran dilakukan secara sepihak tanpa ada surat izin,” ungkap Sekertaris Desa Laha, Fahmi Mewar, saat menghubungi koran ini, Jumat (26/3).

Ia menjelaskan ahli waris Mewar memiliki bukti kepemilikan tanah dimaksud. Untuk itu ahli waris akan menindak lanjuti pembokaran ke jalur hukum.
“Jadi ahli waris ini punya bukti kepemilikan tanah. Jadi ahli waris tuntut akan memproses lebih lanjut TNI AU yang melakukan pembokaran,” tambahnya.
Menurut Fahmy, pembokaran ini dilakukan TNI AU yang mengklaim membawa surat izin pinjam pakai. Padahal, surat tersebut dikeluarkan hanya oleh pihak ahli waris dan PT Fondusing 1069.

“Berdasarkan surat yang diberikan TNI AU, itu surat izin pinjam pakai. Surat tersebut hanya bisa dikeluarkan oleh pihak ahli waris dan PT Fondusing 1069. Namun pihak ahli waris tidak ada memberikan surat izin tersebut,” bebernya.

Dituturkan, sebelum terjadi pembongkaran kemarin, sudah ada kordinasi antara pihak Pemerintah Desa Laha dengan pihak TNI AU.
“Sepanjang ini, kami sudah melakukan pertemuan tatap muka dengan pihak TNI AU. Tapi ahli waris memiliki bukti sah kepemilikan tanah, jadi mereka memasang larangan kegiatan di situ,” ucapnya.
Fahmy berharap, pemerintah daerah bisa memutuskan secara hukum, agar hak kepemilikan tanah tersebut tidak menjadi masalah dikemudian hari.

“Oleh karena itu, saya minta kelada pemerintah daerah kalau soal status tanah di Angkasa Pura ini milik ahli waris. Sehingga proses hukum kepemilikan memerlukan putusan pasti dari pemerintah,” harapnya.

Sementara itu, pihak TNI AU belum dapat dikonfirmasi koran ini,hingga berita ini naik cetak. (BKA-1)

Comment