by

Belajar Daring Diakui Sangat Membosankan

Ambon, BKA- Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fahmy Salatalohy mengaku, memaklumi tingkat kebosanan guru dan siswa yang makin tinggi terhadap proses belajar daring dan luring dari rumah. Hanya saja, kebijakan belajar tatap muka di sekolah harus menunggu perintah Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Dia menegaskan, apabila pihak sekolah sengaja melakukan proses belajar tatap muka tanpa izin dari walikota, maka keputusan tersebut telah melanggar aturan yang dikeluarkan walikota.

“Siapapun yang melakukan proses pembelajaran tatap muka tanpa izin dari walikota, saya kira itu pelanggaran. Tetapi perlu di maklumi juga bahwa memang di kondisi Covid, inikan tingkat kebosanan itukan sangat tinggi,” tutur Fahmy, saat ditemui wartawan, Senin (18/1).

Menurut dia, pihaknya sudah mengarahkan seluruh pihak sekolah untuk melakukan proses belajar lewat online. Sembari menunggu perintah Walikota Ambon, untuk mengizinkan belajar tatap muka.
“Jadi kami sudah mengarahkan tetap proses belajar di rumah itu tetap berlangsung secara online,” tandasnya.

Terkait upaya membuat para siswa merasa betah melakukan proses belajar secara online, lanjut dia, semua kembali pada pihak Sekolah. Karena Dinas Pendidikan kota Ambon sifatnya hanya mengontrol.

“Kewenangan dimasa covid ini sebenarnya dialihkan ke kepala sekolah semuanya. Dinas itu hanya mengontrol. Jadi bagaimana kepala sekolah menginovasi, upaya anak-anak ini tetap belajar online dan di kontrol langsung oleh sekolah, ” terangnya.

Dia menilai, jika belajar lewat rumah belum optimal, maka kemungkinan karena ada keterbatasan-keterbatasan. Karena secara umum proses belajar dari rumah sudah berlangsung lama. Dan pihaknya masih terus melakukan pengontrolan hingga kemarin.

“Hanya kita belum pastikan apakah belajar online yang dilakukan itu di kelas berapa, kelas berapa itu. Oleh karena itu, tadi ini (kemarin) saya sudah instruksikan ke pengawas-pengawas untuk segera memonitor itu. Yang kita prioritaskan inikan sebenarnya kelas-kelas 1 yang pada saat mereka masuk itu sudah dimasa Covid,” ucapnya.
Dituturkan, pihaknya juga sudah mendorong kepala-kepala sekolah untuk monitor siswa kelas 1 agar mereka tetap belajar. Entah itu dengan online maupun dengan sistem luring.

“Tetap kami kontrol. Menajemen kepala sekolah harus melingkup itu. Dinas cuman mengontrol dan memberikan arahan-arahan, misalnya seperti pendidikan olahraga kan tidak mungkin harus teorinya saja. Anak-anak juga harus digiring di suatu tempat untuk melakukan olahraga misalnya,” tutup Fahmy. (IAN)

Comment