by

Belajar Daring Mininm Perhatian Orangtua

Ambon, BKA- Kepala SD Negeri 2 Latihan SPG, Rosina Hattu, mengungkapkan, perhatian orangtua terhadap siswa masih sangat minim saat proses belajar daring.


Menurutnya, dari sekian banyak orang tua, masih ada yang kurang melibatkan diri dalam pendidikan anaknya. Padahal orangtua sebagai pendamping di rumah, memiliki peran yang penting dalam menunjang proses belajar Daring.

“Di Kota Ambon ini rata-rata orangtua itu memiliki Hp android. Tapi kalau buat pendidikan, mereka buat diri paling miskin. Mereka lebih senang gunakan untuk hal-hal yang tidak berguna, dari pada memberikan Hp buat anak itu belajar. Ini fakta dilapangan, kita temukan. Jadi begitulah, masih ada orangtua yang kurang antusias dalam hal pendidikan,” ungkap Hattu, Rabu (17/9).

Padahal orangtua sebagai pendamping di rumah, sebenarnya mampu melaksanakan perannya secara baik, guna membantu para guru sukseskan belajar Daring yang tengah dilakukan. Sementara para guru terus dituntut untuk meningkatkan kualitas dan kompetensinya.

“Kita diitekan terus oleh pemerintah, tapi orangtua tidak mau menopang. Artinya, tidak semua orangtua seperti, tidak perhatian. Tapi yang saya temukan, itu ada orang tua yang tidak peduli dengan pendidikan anaknya. Ini menjadi catatan untuk diperhatikan. Karena ini fakta, saya temukan. Bahkan ada orangtua yang mengatakan, kalau mereka mengambil peran guru. Mereka tidak tahu, kalau guru punya tugas itu tetap jalan. Setiap hari, kita duduk buat materi ajar. Buat video pembelajaran, itu bukan hal yang mudah. Perlu kompetensi guru yang baik,” bebernya.

Karena itu, dia meminta kepada orangtua agar dapat membantu pihak sekolah melaksanakan proses belajar Daring. Karena untuk memfasilitasi siswa dalam belajar Daring, sekolah terbatas dengan anggaran. Sehingga tidak bisa membantu.

“Kalau orangtua tidak mampu, mau tidak mau, sekolah harus membantu. Tapi jangan sampai ada Hp, tapi bilang tidak ada. Ini yang menjadi kesulitan, karena kita tidak bisa membantu. Sehingga kita hanya turun dan memberikan buku kepada siswa, lalu belajar. Jadi karena guru tidak santai, sehingga diharapkan orangtua juga mendukung agar PJJ berjalan lancar,” pungkasnya.(LAM)

Comment