by

Belajar Tatap Muka 50 Persen Tergantung Status Zona

Ambon, BKA- Proses Belajar Mengajar (PBM) secara tatap muka di sekolah tergantung pada status zona penyebaran virus Covid-19 di Kota Ambon.

Plt Sekretaris Dinas (Sekdis) Kota Ambon, Merry Mairuhu, mengatakan, proses belajar mengajar tatap muka di Kota Ambon dapat dilakukan, jika status zona sudah kembali hijau.

Itu pun, katanya, belajar tatap muka hanya 50 persen. Mengingat, berpeluang adanya penyebaran virus di lingkungan sekolah.

“Maka itu, kita masih sesuaikan dengan kondisi. Karena sekarang kita sudah masuk zona orange. Jadi proses belajar anak-anak, banyak yang kita sesuaikan dengan kondisi sekolah. Kalau Tuhan berkehendak kita ke zona hijau, maka kita bisa belajar tatap muka 50 persen,” ujar Mairuhu, Selasa (27/10).

Karena itu, Ia terus meminta pihak sekolah agar tetap melakukan proses belajar dari rumah. Sambil menunggu perubahan status zona Kota Ambon untuk melakukan belajar tatap muka.

“Karena dinas juga masih menunggu, sehingga belum menerapkan kurikulum darurat. Karena masih menyesuaikan terus dengan kondisi. Jika berubah, maka kita akan belajar tatap muka 50% dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan,” ucapnya.

Hal ini lantaran kondisi status zona di kota yang dijuluki Ambon Manise ini selalu berubah-berubah, maka Dinas Pendidikan Kota Ambon belum berani menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah, karena jangan sampai menjadi penyebaran virus Corona di lingkungan pendidikan.

“Kemarin waktu zona orange itu, kita sudah mau kasih jalan tatap muka. Tapi tiba-tiba kembali merah lagi. Kondisi ini kan berubah-berubah, sehingga kita hanya bisa berdoa saja,” sambungnya.

Pihak sekolah, dalam hal ini para guru lanjutnya, perlu diapresiasi, karena dalam kondisi ini, mereka masih bertahan menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan sabar.

“Memang sudah jadi tanggung jawab. Tapi, tidak mudah dalam kondisi ini, guru tetap semangat mendidik dan mendampingi anak-anak dalam belajar. Semoga dengan semangat bersama, kita mengalahkan pandemi ini, hingga berhasil kembali belajar di sekolah dengan baik,” tandas Mairuhu. (LAM)

Comment