by

Belajar Tatap Muka, Kepsek Akan Diperiksa

Ambon, BKA- Dinilai melanggar aturan protokol Covid-19 dengan melakukan proses belajar tatap muka antara guru dengan siswa, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kota Ambon akan segera memanggil dan memeriksa Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 40 Ambon.

Kepala BKD Ambon, Benny Selano mengatakan, selaku ASN lingkup Pemkot, wajib mengikuti intruksi walikota, tentang memutus mata rantai Covid-19. Tetapi perbuatan kepsek tersebut, dinilai sangat tidak mengedukasi masyarakat terkait bahayanya penularan Covid-19.

“Walikota adalah pimpinan kepegawaian. Jadi kalau melarang atau menginstruksikan untuk melakukan protokol kesehatan dengan baik. Maka yang harus dilakukan pertama itu adalah ASN. Bagaimana ASN mau larang masyarakat, sedangkan ASN sendiri yang melanggar ketentuan itu,” kesal Benny, kepada wartawan di Balai Kota, Kamis (24/9).

Tegas Benny, Kepsek tersebut akan diperiksa, sesuai dengan perundang-undangan. Apabila masuk dalam aturan protokol kesehatan, maka kepsek SD 40 akan masuk dalam pelanggaran disiplin ASN.

“Saya ketika menerima laporan saya pantau. Tapi tentunya pelanggaran disiplin ASN, terlepas dari tim gugus ada yang menangani. Kita harus periksa sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku. Karena instruksi walikota itu perintah. Untuk pelaksanaan PSBB itu perintah,” tegasnya.
Benny sangat menyayangkan perbuatan kepsek tersebut. Sementara Pemkot Ambon sendiri sedang berupaya untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Bayangkan 4 kelas, itu sudah pasti dan bukan baru hari itu ditangkap. Ada laporan masyarakat, maka itu pemeribtah tidak pandang bulu. Dia kepala sekolah atau siapa saja kita bubarkan disetiap tempat. Kantor-kantor pemerintah yang melakukan aktivitas yang tidak, kita bubarkan. Karena kita melaksanakan undang-undang,” tukas dia.

Benny menilai, apa yang dilakukan ASN Pemkot, semua berdasarkan undang-undang. Namun, jika ASN sendiri yang melanggar aturan, maka dipastikan ada ketegasan.

“Kita periksa kalau memang ada unsur kesengajaan melawan pejabat pembinaannya sendiri, itu bahaya. Itu resiko.

Tentunya guru-guru dalam analisa saya mereka berani karena perintah kepsek. Kepsek ini berani karena apa ? Oleh karena itu, terlepas dari sanksi gugus, saya tarik masuk dalam pelanggaran disiplin ASN,” ucap Benny. (BKA-1)

Comment