by

Belajar Tatap Muka Tunggu Keputusan Walikota

Ambon, BKA- Terkait belajar tatap muka tahun 2021 di Kota Ambon, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon masih menunggu keputusan Walikota, Richard Louhenapessy.

Hal itu penting, karena Kota Ambon masih berada pada zona orange. Demikian ungkap Sekretaris Disdik, Merry Mairuhu, Selasa (22/12)

Menurutnya, terhadap rencana belajar tatap muka tersebut, pihaknya telah melakukan telah dan hasilnya telah diserahkan kepada walikota Ambon untuk memutuskan. Apakah belajar tatap dapat dilakukan ataukah tidak ditengah pandemi ini.

“Jadi, soal belajar tatap muka di Kota ambon belum ada kepastian. Memang dari disdik sudah melakukan telaah dan sudah di berikan kepada bapak walikota untuk melihat. Tapi belum ada informasi selanjutnya. Sehingga kita belum bisa pastikan belajar tatap muka atau tidak. Sebab, sesuai intruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), belajar tatap muka itu dikembalikan kepada pemerintah daerah untuk putuskan sesuai dengan perkembangan Covid-19. Nah, kalau kita sesuaikan, maka tahun 2021 ini kita belum bisa belajar tatap muka, karena masih dalam zona orange,”jelas Mairuhu

Namun jika terpaksa belajar tatap muka harus dilakukan dalam zona orange, karena kebutuhan belajar siswa. Maka kata Mairuhu, perlu adanya persetujuan dari semua pihak. Guna bersama pemerintah bertanggungjawab terhadap proses belajar di tahun awal tahun 2021. Untuk mencegah penyebaran virus bagi anak-anak, guru dan orangtua

“Kalau yang zona hijau dan kuning, proses tatap muka tetap dilakukan. Tapi kita kan zona orange. Itu berarti, harus minta persetujuan semua pihak kalau mau belajar tatap muka di tahun 2021. Karena tidak mungkin kita jalan kalau tidak ada dukungan. Sebab, jika ada sesuatu pasti menjadi tanggungjawab kita juga. Anak-anak ini kan generasi kita di masa depan. Oleh karena itu, kita harus jaga kesehatan mereka,”ucapnya

Ia sangat berharap, agar Kota Ambon secepatnya kembali zona kuning bahkan hijau. Agar proses belajar tatap muka dapat dilakukan. Pasalnya, Ia mengaku, belajar jarak jauh yang sudah berjalan kurang lebih 10 bulan ini tidak efektif.

“Kalau pun kita lakukan tatap muka di zona kuning, pasti kita juga perketat proses belajar tatap muka hingga 50 persen. Yang terpenting, kita masuk zona kuning dulu. Sebenarnya, kita juga berkeinginan belajar tatap muka karena sangat efektif. Karena berdasarkan pengamatan dan analis kita, belajar daring atau luring ini belum efektif. Jadi mudah-mudahan secapatnya kita kembali zona kuning atau bila perlu hijau supaya kita belajar tatap muka. Tapi untuk sementara, kita masih menunggu hasil telaah yang diberikan kepada bapak walikota jadi belum ada kepastian.”tutup Mairuhu. (LAM)

Comment