by

Belasan Karung Sampel Nikel Disita Keluarga Manuputty

beritakotaambon.com – Tidak main-main, meski diduga ada aktor utama dalam aksi mengambil sampel nikel di lokasi Gunung Tinggi, Dusun Taman Jaya, Desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, keluarga Manuputty mengecam keras atas aksi illegal itu.

Hal ini terbukti. Belasan karung sampel tanah yang diambil dari lokasi tambang Tikel di Gunung Tinggi, oleh pihak perusahan PT. Manusela Prima Mining (MPM), yang hendak di bawa ke Jawa untuk dilakukan uji laboratorium Makassar. Namun, pihak keluarga Manuputty berhasil menggagalkan hal tersebut.

Kuasa hukum keluarga Manuputty, Ferry Latupeirissa, mengatakan, setelah pihak keluarga mengetahui kalau adanya karung sampel yang diangkut dari Piru (SBB) ke Ambon, selanjutnya dibawa ke Makassar,keluarga langsung mendatangi lokasi penyimpangan sampel lalu melakukan penyitaan.

“Awalnya kita ketahui belasan karung sampel tanah ini mereka simpang di kantor PT. Sucofindo di Kawasan Perigilima Ambon, selanjutnya kita bersama keluarga datang menyita belasan karung sampe tanah yang akan dibawa ke Makassar itu,” ungkap Ferry, kepada Beritakota Ambon, Senin (30/8).

Kata dia, saat di lokasi, ada sekitar 4 orang yang mengatas namakan pihak perusahan dan berdalih, bahwa belasan karung itu dilakukan atas perintah atasan mereka, namun mereka tidak tahu, kalau lokasi tambang itu, belum ada ijin untuk dilakukan eksplorasi nikel oleh keluarga Manuputty selalu pemilik lahan.

Baca juga: Status Tersangka Oddie Orno Dicabut

“Selain itu, kita minta agar mereka keluarkan ijin atau dokumen terkait dari PT MPM, namun mereka bilang dokumen masih dalam pengurusan. Mereka hanya menunjukan surat jalan, dimana pada bagian bawah surat yang ditujukan kepada Dian Fajarwati pada laboratorium Sucofindo Cabang Makasar itu, terterah nama Arie Kristyadi selaku site manager. Namun pada surat jalan tersebut tidak ada tanda tangan maupun cap perusahaan,” jelas Ferry.

Ferry melanjutkan, pada surat jalan tersebut juga terterah bahwa sampel ore nikel dari Gunung Tinggi yang dikirim PT. MPM sebanyak 248 karung dengan berat total 1240 kilogram. Dengan rincian kode sample STP STP Jeti sebanyak 178 karung, sample pit A 23 karung, sample pit B dan pit JLN 22 karung, pit C sebanyak 25 karung.

“Yang aneh ketika pihak keluarga meminta pihak PT. MPM untuk menunjukan dokumen dokumen yang berkaitan dengan pengambilan sampel. Mereka terkesan berbelit belit dan menghindar. Namun ketika terus didesak pihak keluarga, akhirnya perwakilan PT. MPM mengakui bahwa dokumen dokumen tersebut masih dalam pengurusan,” katanya.

Dia menambahkan, penyitaan yang dilakukan kliennya, lantaran kliennya itu selaku pemilik sah lahan tambang nikel Gunung Tinggi.

Disamping itu, pihak keluarga Manuputty juga tidak pernah memberikan ijin kepada PT. MPM untuk melakukan aktivitas apapun diatas lahan tambang tersebut. (SAD)

Baca juga:
Sekolah Disegel Ahli Waris

Comment