by

Belum Ganti Rugi Lahan, Kantor Dinas PU SBB Disegel

AMBON-BKA, Pemilik lahan, Jonry Pirsouw, anak dari Josfince Pirsouw (68), mengancam akan menyegel Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Seram Bagian Barat, karena tidak beritikad baik untuk membayar ganti rugi bagi pemilik sah lahan seluas 100 meter x 21 meter di mana di atasnya berdiri Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten SBB.

Pasalnya, sudah berulang kali pejabat Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten SBB, diajak kompromi dengan pemilik lahan, namun selalu ingkar janji dan tetap beritikad buruk terhadap keluarga Josfince Pirsouw atas lahan tersebut Pemerintah Kabupaten SBB terutama pejabat Dinas Pekerjaan Umum sudah berulang kali mengadakan pertemuan dengan pemilik lahan dan berjanji akan membayar ganti rugi lahan tersebut, hanya saja, sepersenpun belum diberikan kepada Jonry Pirsouw selaku pemilik lahan.

“Setiap kali kami palang dan segel kantor pak Kadis selalu berjanji akan bayar ganti rugi kepada kami selaku pemilik lahan tapi sampai pak Yasin Payapo meninggal dunia beberapa hari lalu tidak pernah ada realisasi ganti rugi kepada kami. Janji tinggal janji,parlente jalan tarus,” ungkap Jonry salah satu anak Josefince Pirsouw.

Menurutnya, jika kepala dinas tidak punya itikad baik, lebih baik, pimpinan daerah gantikan saja beliau dari jabatan kadis.

“Kami minta Pak Timoteus Akerina (Wakil Bupati SBB) selaku Pelaksana Tugas Bupati SBB harus mencopot kepala Dinas Pekerjaan Umum SBB agar persoalan ini tidak berbelit-belit,” kecam Jonry kepada Beritakota Ambon, Jumat (6/8) sore .

Jonry mengungkapkan, kantor Dinas Pekerjaan Umum SBB sudah dibangun sejak 2005 silam. Artinya hingga saat ini kantor tersebut telah berdiri dan telah beraktivitas selama lebih kurang 15 tahun di atas lahan milik ibunya.

“Bayangkan selama 15 tahun kantor pemerintah itu berdiri di atas lahan milik kami,tidak pernah ada niat baik pejabat SBB menghubungi keluarga kami untuk sepakati soal ganti rugi. Kita sudah kasih pakai baru tidak bayar lagi,” sebut dia dengan nada kecewa
Dia mengaku, Kepala dinas berpura-pura lupa akan janjinya. Moral pejabat tersebut tak perlu dipertahankan.

“Selama orang tersebut masih menjabat kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten SBB masih ditempat sosok yang sama kami khawatir masalah ini tak akan tuntas karena kami akan tetap palang kantor tersebut,” tegasnya.

Jonry mengaku, ia akan beri batas waktu selama sepekan ke depan bagi Pemkab SBB dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten SBB untuk menyepakati pembayaran ganti rugi oleh Pemkab setempat.
“Kami akan kembali palang kantor dan selama tidak ada ganti rugi,maka kami tidak akan mencabut palang tersebut,” ancamnya. (SAD)

Comment