by

Belum Setahun, Puskesmas di Aru Rusak Parah

beritakotaambon.com – Miris, proyek fasilitasi Puskesmas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aru yang belum satu tahun dikerjakan senilai Rp 6,5 miliar lebih, mengalami rusak parah. Proyek ini dikerjakan menggunakan APBD Pemkab Aru tahun 2019, di Kecamatan Aru Tengah Selatan.

Parahnya lagi, kerusakan Puskesmas ini secara tidak langsung telah mengganggu sistim pelayanan kesehatan masyarakat.

Aktivis PMKRI Cabang Ambon, Jeremias Pardjala, kepada Beritakota Ambon mengaku, sebagai mahasiswa asal Aru, sangat menyangkan dengan fasilitas kesehatan masyarakat yang sudah rusak parah. Padahal, bangunanya belum setahun dikerjakan.

Sementara pemerintah di tengah pandemi Covid-19, segala upayah dikerahkan dalam penanganan penyebaran Covid-19. Sehingga pelayanan kesehatan masyarakat lebih diutamakan.

“Kita tahu kalau saat ini pemerintah lagi giat untuk mengatasi penanganan Covid-19. Sayangnya, bangunan puskesmas Longgar-Apara di Aru Tengah Selatan, kini mengalami kerusakan parah,” sebut Jeremias.

Dari informasi yang diterima, kata dia, kondisi kerusakan pada puskesmas berlantai dua itu, berada pada plafon ruangan lantai satu maupun lantai dua yang telah ambruk.

Parah lagi, pihak Puskemas maupun Dinas Kesehatan Pemkab Aru, belum melakukan langkah-langkah perbaikan. Bahkan DPRD setempat terkesan mengabaikan kerusakan tersebut.

Baca juga:
Pihak Galian C Diperiksa Jaksa

“Seharusnya, Pemda setempat dalam hal ini Dinas Kesehatan dan DPRD Aru yang membidangi infrastruktur atau kesehatan, bisa mengambil langkah-langkah. Dengan melakukan one the spot atau memonitoring langsung untuk meninjau dan memanggil pihak kontraktor sebagai pelaksanaan proyek, guna meminta pertanggungjawaban,” tandasnya.

Dikatakan, sebagai pemerintah tidak mungkin belum mendapat laporan dari Dinas terkait, terhadap kondisi kerusakan Puskesmas itu.

Karena menurutnya, proyek dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 5,6 miliar lebih, itu seharusnya dapat dikerjakan sesuai master plan oleh pihak kontraktor. Hanya saja, proyek tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai perencanaan.

“Yang menjadi pertanyaan, apakah proyeknya betul-betul dikerjakan sesuai perencanaanya ? jangan sampai pekerjaan itu dikerjakan hanya asal-asalan saja. Sehinga kondisnya belum cukup setahun sudah rusak parah, akibat kualitas bangunan yang kurang bagus,” tuturnya.

Menurutnya, lewat visi misi Bupati Aru, Johan Gonga dan Wakilnya Muin Solgarey yakni “Sehat Negeriku”, sehingga ini harus menjadi visi besar yang patut didukung dan sinergitas oleh semua pihak untuk mewujudkannya dalam membangun kesehatan Aru yang lebih baik.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Pemkab Aru, dr Wati, saat dihubungi via seluer, belum mau mengomentari hal itu. Dengan alasan, baru menjabat dan tidak mengetahui soal proyek tersebut. (RHM)

Comment