by

Bendahara Desa Rumadurun Tersangkut Korupsi

Bendahara Desa Rumadurun, Kecamatan Wakate, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Ali Keliobas, diseret ke meja sidang Pengadilan Tipikor Ambon karena tersangkut kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2018-2019, dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 1 miliar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Eckhart Palapia, dalam berkas dakwaanya mendakwa terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 2 ayat (1) dan pasal 3, jo Pasal 18 UU nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana, jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Sidang perdana tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim, Felix R. Wiusan, didampingi Jenny Tulak dan Hamzah Kailul selaku Hakim Anggota, untuk mendengarkan dakwaan JPU.

JPU dalam dakwaanya menyebutkan, pada 2018, Negeri Administrasi Rumarudun memperoleh bantuan DD sebesar Rp 659,56 juta dan ADD Rp 133,9 juta. Terdakwa melakukan mark-up beberapa item dan sejumlah kegiatan fiktif.

Termasuk tunjangan-tunjangan aparatur desa sebagian diberikan, namun sebagian diambil lagi oleh kepala desa yang saat ini masih menjadi DPO. Perbuatan terdakwa ini kembali terjadi pada 2019, sehingga kerugian dalam perkara ini mencapai Rp1 miliar lebih.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan untuk agenda pemeriksaan saksi-saksi fakta.(SAD).

Comment