by

Berharap Covid-19 Cepat Berakhir

Ambon, BKA- Akibat pandemi Covid-19 yang masih terus melanda Indonesia, terutama di Kota Ambon yang masuk zona merah penyebaran virus tersebut, membuat aktivita belajar mengajar di sekolah menjadi terganggu.

Siswa tidak bisa ke sekolah karena dibatasi oleh kebijakan pemerintah untuk mencegah terjadinya penularan virus tersebut dikalangan siswa dan guru. Guru pun tidak diperbolehkan untuk melakukan proses mengajar secara berkelompok di rumah siswa.

Proses belajar mengajar di Kota Ambon hanya bisa dilakukan secara Daring, baik secara online maupun offline. Namun hal itu banyak dikeluhkan oleh pihak sekolah, guru, siswa maupun orangtua siswa, karena banyaknya kendala yang dihadapi.

Untuk tidak ada harapan lain yang dinginkan selain berharap agar pandemi Covid-19 ini bisa segera diatasi oleh pemerintah, agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kembali berlangsung secara normal.

“Kita semua tetap berdoa semoga pandemi Covid-19 ini segera hilang dan lenyap dari dunia ini, terkhusus Kota Ambon di Provinsi Maluku, agar anak-anak kita bisa belajar secara normal mengisi semangat kemerdekaan lewat semangat pantang menyerah,” harap Kepala SD Inpres Latta, R. Lerebulan, Jumat (21/8).

Menurut dia, pasca pemerintah menerapkan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) sejak Maret lalu, semua Satuan Pendidikan (SP) langsung melakukannya untuk pencegahan dan penanganan penyebaran wabah virus corona.

Namun lama kelamaan, siswa mulai jenuh karena setiap hari harus belajar sendiri di rumah, tanpa bimbingan guru dan kehadiran teman-teman.

Sehingga, katanya, jika hal ini terus dilanjutkan tanpa ada kepastian kapan berakhir, maka akan berdampak besar bagi pertumbuhan mental dan karakter, termasuk mengganggu mutu dan kualitas pendidikan anak-anak didik.

Kendati demikian, dirinya terus meminta kepada anak-anak didiknya agar tetap semangat dalam belajar, meskipun secara Daring maupun Luring masih terus dilakukan.

Ia juga meminta agar siswa tetap menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Dalam hal ini, jika tidak bisa untuk belajar Daring, jangan dipaksakan. Melainkan mengikuti proses belajar secara manual atau Luring menggunakan buku paket ataupun LKS yang sudah dibagikan.

” Itu yang selalu dimintakan kepada semua anak-anak didik, untuk tetap semangat, tekun , rajin dalam belajar. Kalaupun hanya melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), ikuti saja dengan tetap menyesuaikan sesuai kemampuan. Kalau tidak bisa secara Daring, jangan dipaksakan. Ada buku yang bisa dimanfaatkan untuk belajar manual di rumah. Kita sebenarnya inginkan bisa ketemu dengan anak-anak dan mengajar secara langsung. Tapi begitulah, masih dalam pandemi jadi kita doakan saja wabah ini cepat berlalu,” tandas Lerebulan. (LAM)

 

Comment