by

Berharap Orangtua Sabar Dampingi Anak

Ambon, BKA- Orangtua diharapkan bersabar mendampingi anak belajar di rumah, sebagai bentuk tanggungjawab bersama bagi pendidikan anak di masa pandemi Covid-19.

Dari mulai penyebaran Covid-19 di Indonesia, proses pembelajaran secara tatap muka langsung dihentikan oleh pemerintah, guna meminimalisir penularan virus tersebut dilingkungan sekolah. Sebagai gantinya diterapkan pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), agar anak dapat tetap belajar.

Namun pada pola PJJ, orangtua lebih banyak berperan untuk mengontrol dan mengawasi anak untuk tetap belajar. Karena proses pembelajaran di lakukan siswa dari rumah.

“Itu yang terus dimintakan dari orangtua, agar tetap bersabar dalam mendampingi anak selama belajar. Sebab dengan PJJ yang semakin lama ini, bisa saja berpengaruh bagi proses PJJ ini,” ungkap Kepala SD Kartika Ambon, B. Tuheay, Kamis (12/11).

Apalagi, ungkap dia, rata-rata-rata anak-anak didiknya tidak memiliki fasilitas belajar Daring. Sehingga sangat memerlukan pendampingan maksimal, guna menunjang proses belajar Luring dapat berjalan baik.

“Artinya, tanpa peran orangtua, pasti proses belajar tidak berjalan baik. Apalagi anak yang belajar Luring. Kalau Daring, kan guru bisa mengarahkan. Tapi ini Luring, yang proses belajarnya secara offline. Mereka hanya belajar dari buku yang dibagikan. Karena itu, jika orangtua tidak bersabar, bisa saja anak yang jadi korban,” ingatnya.

Dikatakan, saat ini, Kota Ambon telah masuk dalam zona orange. Sehingga sangat berpeluang kalau proses belajar akan kembali berjalan secara tatap muka.

Dengan demikian, Ia meminta, agar orangtua tetap bersabar mendampingi anak BDR. Berharap, proses belajar cepat berjalan normal.

“Kita berdoa, agar dalam keterbatasan ini, tidak memberikan dampak buruk. Tapi justru terus memperkuat mental kita dalam menjalani hari-hari hidup ini, supaya ketika proses belajar kembali berjalan di sekolah, kita semua tetap sehat,” harap Tuheay. (LAM)

Comment