by

Berharap Pemkot Cepat Lakukan Pemetaan Wilayah BTM

Ambon, BKA- Kepala SMA Negeri 7 Ambon, Laurens Makatipu, berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon secepatnya melakukan pemetaan wilayah Belajar Tatap Muka (BTM).

Hal itu, katanya, agar sekolah yang berada pada wilayah zona hijau maupun kuning, bisa melakukan belajar tatap muka. Meskipun dengan menggunakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Semua kita inginkan sekolah diberikan ruang untuk BTM. Meskipun hanya terbatas, disesuaikan dengan prokes. Dari pada kita pertahankan belajar Daring yang sudah tidak diseriusi oleh anak-anak, karena sudah jenuh. Nah, saya kira itu bisa dilakukan, jika pemkot lakukan pemetaan wilayah, agar bisa ketahui mana zona merah, orange, kuning dan hijau. Hasil itu yang bisa menjadi ukuran untuk pemkot ambil keputusan, mengijinkan wilayah yang zona hijau maupun kuning BTM,” harap Makatipu, Kamis (28/1).

Sudah saatnya, kata Makatipu, Pemkot Ambon mengambil langkah untuk mengatasi kejenuhan siswa mengikuti belajar Daring maupun luirng. Sebab itu akan semakin memberikan dampak yang besar bagi anak-anak, jika semakin lama belajar tidak efektif.

“Karena semakin lama belajar Daring, akan membuat kita merasa ragu dengan mutu dan kualitas pendidikan anak-anak. Sehingga sangat diharapkan ada pertimbangan soal hal ini. Bahwa sekalipun BTM terbatas di sekolah, itu sudah sangat membantu sekali, karena guru sudah bisa koordinir anak-anak dalam belajar. Apapun persyaratannya, pasti semua sekolah akan tunduk demi kualitas belajar anak-anak. Mau 1 kelas 5 orang atau seperti apa aturannya, pasti sekolah siap. Yang penting sudah lakukan pemetaan wilayah dulu, karena kita tidak bisa paksakan anak-anak untuk belajar maksimal, kalau tidak ada BTM. Jadi kita berharap sekali ada pemetaan wilayah dari pemkot, untuk menjawab seluruh persoalan dari adanya belajar jarak jauh ini,” pintanya. (LAM)

Comment