by

Berkas 7 Pembunuh di Malra Masuk Jaksa

Ambon, BKA- Berkas perkara 7 tersangka pembunuhan tragis di Desa Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Senin 7 Juni 2010 hari ini akan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Malra.

Berkas perkara tersangka pembantai korban 4 orang warga ini dinyatakan lengkap dan diserahkan berkas tahap I ke JPU karena beberapa hari lalu penyidik telah menggelar rekonstruksi untuk melengkapi berkas perkara serta mengetahui peran-peran para tersangka saat melakukan pembunuhan.

“Jadi karena kita sudah selesai rekonstruksi, maka berkasnya sudah dinyatakan lengkap sehingga besok (Kemarin-red) kita serahkan berkas tahap I ke JPU,” ungkap Kasat Reskrim Polres Malra Iptu H. Siompo ketika dikonfirmasi Berita Kota Ambon Minggu kemarin.

Dia mengaku, teliti berkas dilakukan JPU kemungkinan tidak memakan waktu, sebab dalam rekonstruksi yang dilakukan, penyidik juga menghadirkan JPU di halaman Polres Malra untuk melihat dan menyaksikan langsung peran-peran tersangka ketika membantai ke empat korban.

“Semua pihak terkait dalam perkara ini kita hadirkan dalam kegiatan reka ulang tersebut. Kenapa kita hadirkan, supaya mereka (JPU) melihat langsung kejadiannya seperti apa. Sehingga dipembuktian di persidangan sudah bisa berjalan lancar,” terangnnya.

Kendati begitu, jika memang berkas perkara ini masih belum lengkap saat diteliti JPU, penyidik tetap kembali melakukan petunjuk jaksa.

“Tapi jika belum lengkap, pasti jaksa kembalikan berkasnya nanti. Akan tetapi sebaiknya ikuti saja proses penyidikan yang berlangsung,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan,Tujuh tersangka yang melakukan pembantaian terhadap empat warga di Desa Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malteng), diancam pasal berlapis.

Tujuh pembantai itu masing-masing, TR alias Tedi (27), YM alias Ucu (39), TS alias Tom (46), WR alias Weli (36), JR alias Yan (30) dan LK alias Lukas (61) serta satu anak dibawa umur yakni GR.

“Jadi penyidik satuan Reserse dan Kriminal sudah mengamankan para pembunuh tersebut, dan setelah dilakukan pemeriksaan termasuk pemeriksaan saksi-saksi, ketujuh orang itu resmi ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kapolres Maluku Tenggara, AKBP, Alfaris Pattiwael ketika di hubungi Berita Kota Ambon melalui selulernya, Kamis (7/5).

Menurut dia, ketujuh tersangka tersebut disangkakan dengan pasal berlapis, yakni pasal 340 jo, 338 jo, 170 jo, 351 jo KUHP dan pasal 56 KUHP serta Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, tentang penggunaan senjata tajam, ancaman pidana maksimal hukuman mati.

“Saat ini enam tersangka sudah diamankan di Rutan Polres Malra, disertai dengan barang buktinya masing-masing, sedangkan untuk satu tersangka tidak ditahan karena masih dibawah umur,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun dari keluarga korban di Desa Faan menuturkan, kejadian itu awalnya lantaran masalah hak warisan dalam satu garis keturunan keluarga Rumangun.

Kronologis awalnya, tujuh tersangka itu datang ke TKP dengan korban HR untuk bertemu korban AS yang bertindak sebagai kuasa hukum. Dan disitu juga ada korban lain yakni ER dan FR. ketika berhadapan,korban HR melarang ketiga korban melakukan aktifitas di lokasi kebun tersebut.

Namun larangan korban HR tidak dihiraukan oleh ketiga korban.hingga berujung pada aksi pembacokan yang dilakukan tujuh tersangka. (SAD)

Comment