by

Berkas 9 Tersangka Yayasan Anak Bangsa Tunggu P21 Jaksa

AMBON-BKA, Penyidik Ditreskrimum Polda Maluku sampai kini belum menyerahkan berkas 9 tersangka yang dijerat dalam kasus penipuan Yayasan Anak Bangsa (YAB) ke jaksa penuntut umum Kejati Maluku. Sebab, berkas perkara penipuan dan penggelapan ini, masih terus dilengkapi penyidik.

“Kita belum tahap II (pelimpahan berkas dan tersangka), karena masih lengkapi petunjuk-petunjuk dari jaksa,” ujar Direskrimum Polda Maluku, Kombes Pol. Sih Harno ketika dikonfirmasi media ini, Minggu (1/8).

Menurut Harno, beberapa hari kemarin, penyidik baru saja melengkapi berkas P19 dari kejaksaan. Dan petunjuk tersebut telah dilengkapi. Sehingga saat ini, penyidik menunggu berkas P21 dari Kejati Maluku untuk dilakukan tahap II.

“Kita lagi menunggu P21 dari jaksa saja,” jelasnya.

Ditanya mengapa 7 tersangka belum ditahan, kata dia, 7 tersangka belum ditahan karena semuanya kooperatif. Dan saat ini mereka sedang menjalani wajib lapor di Polda Maluku.
“Kalau untuk dua tersangka ketua dan sekretaris, mereka itu awalnya di tahan dengan LP di Polres Tanimbar, sehingga berjalannya waktu, masa penahanan selesai, kita kemudian tahan lagi dengan LP polda Maluku,” tandas Harno.

Diketahui, total dalam kasus ini, berjumlah sembilan tersangka. Mereka adalah, Ketua YAB, Josefa Jenalia Kelbulan dan Sekretaris Lamberth W. Miru, ditambah tiga relawan dan empat pengurus. Mereka adalah, Bidadari, Supici Leky Alias Ice, Lendy Latupatty, Ongen Miru, Berti Miru, Andreas dan Lucas Pattala.

Diberitakan sebelumnya, polisi menjerat Ketua YAB Josefa Jenalia Kelbulan dan Sekretarisnya, Lambert W Miru sebagai tersangka kasus penipuan. Dari aksi penipuan itu tersangka berhasil meraup uang miliaran rupiah dari warga yang merupakan korban.

Baca: Pekan Ini, Pembunuh Di Air Mata Cina Divonis

Harno menjelaskan, tindakan penipuan yang dilakukan oleh kedua tersangka dengan mengatasnamakan Yayasan Anak Bangsa terjadi sejak tahun 2012. Setelah 8 tahun melancarkan kejahatannya, baru di tahun 2020, YAB mengantongi akta pendirian yayasan dari notaris.

“Kita terima laporan polisi tanggal 29 April 2021 dilapokan atas nama Josefa Jenalia Kelbulan alias Yos. Kita sudah lakukan penangkapan dan penahanan juga terhadap Lambert W Miru,” kata Harno didampingi Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Roem Ohoirat dalam keterangan pers di Mapolda Maluku, Selasa (4/5/2021).

Kedua tersangka dikenakan Pasal 378 dan Pasal 372 ancaman hukuman 4 tahun penjara. Harno mengurai modus tersangka dalam menjalankan aksinya. Pertama, kepada warga disampaikan tender relawan yang menyetor dana Rp 250.000 akan memperoleh bantuan dana sebesar Rp 15 juta.
Kedua, bagi warga yang menyetor Rp 1 juta diberikan bantuan Rp 50 juta, dengan runcian Rp 30 untuk rumah ibadah dan Rp 20 juta dimiliki si penyetor.
Ketiga, tender relawan 45. Warga yang menyetor Rp 1 juta ke yayasan itu akan mendapat dana segar Rp 45 juta. Keempat, tender relawan lepas. Warga yang menyetor Rp 1 juta diberikan bonus mencapai Rp 100 juta. “Korban penipuan tersangka 5 orang. Uang yang disetor ke yayasan itu sebesar Rp 535 juta,” sebut Harno.

Sebelum dibekuk Ditreskrimum Polda Maluku, tersangka juga melakukan aksinya di kabupaten kepulauan Tanimbar.

Baca: Jaksa Akan Garap Tersangka ADD Haria

“Polres Tanimbar juga pernah tangani perkara ini dengan jumlah korban 16 orang, total kerugian Rp 335 juta,” bebernya.

Harno melanjutkan, sekitar 350 orang relawan juga dirugikan oleh aksi penipuan tersangka. Dia memprediksi jumlah korban penipuan YAB mencapai ratusan bahkan ribuan orang. Untuk memastikan jumlah korban penipuan, Harno mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Saya berharap masyarakat yang merasa dikorbankan dengan yayasan ini agar melapor ke pihak kepolisian,” tandasnya. (SAD)

Comment