by

Berkas Delapan Tersangka DD Dirampungkan

Ambon, BKA- Tim penyidik satuan Reserse dan Kriminal Polres Maluku Tengah, mulai merampungkan berkas delapan tersangka kasus dugaan korupsi DD di tiga negeri yakni, Negeri Pasanea, Negeri Karlutukara dan Negeri Gale-Gale.

Kasat Reskrim Polres Malteng, AKP Egidio Sumilait yang dikonfirmasi dari Ambon mengatakan, untuk berkas delapan tersangka itu, sampai kini penyidik masih melakukan perampungan berkas untuk dilakukan proses tahap I ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Malteng.

“Kita masih rampungkan berkas perkara delapan tersangka DD ini,” ungkap Egidio, Senin (19/10).
Menurutnya, jika dalam perampungan berkas sudah selesai dilakukan penyidik, maka berkas perkara ini, sudah tidak lama lagi dilakukan tahap I. “Nanti ikuti saja, kalau sudah tahap I juga saya akan sampaikan,”pungkas perwira dengan tiga balok emas di pundak itu.

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri Maluku Tengah (Malteng), menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) delapan tersangka dugaan korupsi Dana Desa (DD) di Negeri Pasanea, Negeri Karlutukara dan Negeri Gale-Gale.

“Kita baru terima SPDP dari Polres Malteng, SPDP itu disertai dengan surat penetapan tersangka,” ungkap Kasi Pidsus Malteng, Asmin Hamja, kepada koran ini, Jumat, (9/10).

Menurutnya,kemungkinan dalam waktu dekat, berkas perkara terkait DD tersebut akan dilakukan tahap I oleh penyidik Satreskrim Polres Malteng. “Kalau yang saya dengar info, dalam waktu dekat sudah tahap I, makanya kita tunggu saja untuk teliti berkas perkara tersebut,” tandas Asmin.

Sebelumnya diberitakan,Polres Maluku Tengah menetapkan delapan tersangka dugaan korupsi Dana Desa (DD) di Negeri Pasanea, Negeri Karlutukara dan Negeri Gale-Gale.

Penetapan itu dilakukan pada ekspos perkara yang digelar penyidik bersama Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi, Senin 28 September 2020.

Kasus tindak pidana korupsi DD di tiga negeri di Kecamatan Seram Utara Barat itu sudah dilidik Polres Maluku Tengah sejak awal 2019 lalu.

Kedelapan tersangka yang ditetapkan itu, yakni, AW dan IM selaku tersangka dugaan korupsi DD di Negeri Pasanea. MA, HA dan HR selaku tersangka korupsi DD di Negeri Karlutukara. SW, M, dan SA selaku tersangka kasus dugaan korupsi DD di Negeri Gale-Gale.

“Secara formil dan materil telah ditemukan adanya perbuatan melawan hukum terkait pengelolaan dana desa di tiga negeri itu pada tahun anggaran 2015 dan 2016, yang merugikan keuangan negara. Sehingga mereka yang tadinya sebagai terlapor dan juga saksi, kami tetapkan sebagai tersangka,” jelas Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi, dalam rilisnya yang diterima BeritaKota Ambon, Selasa (29/9).

Dijelaskan, AW dan IM disebut penyidik sebagai orang yang bertanggungjawab terkait korupsi DD Negeri Pasanea tahun 2015 dan 2016, dengan kerugian negara berdasarkan audit investigasi BPKP sebesar Rp 255.910.344.

Sementara ME, HA dan HR diduga melakukan tindak pidana korupsi DD Negeri Karlutukara tahun 2015 dan 2016, dengan total kerugian negara berdasarkan perhitungan kerugian negara oleh BPKP sebesar Rp 215.703.215.

Kemudian SW, M, dan SA ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi DD Negeri Gale-Gale tahun 2015 dan 2016, yang mengakibatkan kerugian negara berdasarkan hasil audit investigasi kerugian negara oleh BPKP sebesar Rp 268.574.993. (SAD).

Comment