by

Berkas Kasus Penjualan Senpi Diteliti Jaksa

Ambon, BKA- Berkas kasus penjualan senjata api (Senpi) dan 600 butir amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Provinsi Papua, telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon untuk diteliti.

Penyerahan berkas tahap I ini dilakukan setelah penyidik Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease bekerja ekstra, dengan merampungkan keterangan sejumlah saksi dan alat bukti. Sehingga berkas perkara kasus yang menyeret 6 tersangka (yang hanya ditangani Polresta) ini, dilakukan tahap I ke JPU.

“Hari ini, Selasa 2 Maret 2021, penyidik melakukan tahap I ke penuntut umum, dengan menyerahkan berkas 6 tersangka itu untuk diteliti,” ungkap Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Izack Leatemia, kepada koran ini, Selasa (2/3).

Perwira pertama Polri ini mengaku, jika dalam pemeriksaan berkas oleh JPU, mereka masih menemukan kekurangan pada berkas, maka pastinya akan mengembalikan berkas perkara tersebut ke penyidik untuk dilengkapi.

“Kalau masih kurang, pasti jaksa kembalikan dengan memberi petunjuk pada berkas perkara. Mekanisme penyidikan seperti itu,” terang Leatemia.

Menurut Leatemia, kasus penjualan Senpi tersebut menyeret, 6 tersangka yang ditangani Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease. Yakni, 4 warga sipil, dua anggota Polri yang bertugas di Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.

Sedangkan untuk dua oknum TNI yang diduga terlibat dikasus itu, ditangani oleh POM. Sehingga total semua tersangka, berjumlah 8 orang.

Keenam tersangka yang ditahan di Rutan Polresta, yaitu, SAP dan MRA yang merupakan oknum polisi yang bertugas di wilayah hukum Polresta Ambon. Sedangkan SN, RM, HM dan AT, merupakan warga sipil.

“Jadi yang berkasnya diteliti jaksa ini, hanya enam tersangka, yaitu, dua anggota Polri dan 4 warga sipil. Sedangkan untuk dua anggota TNI, saya belum cek informasinya sudah sejauh mana. Namun yang jelas, mereka sedang ditahan dan diproses hukum,” tandas Leatemia.

Untuk diketahui, dari hasil penyelidikan awal, barang bukti senjata laras pendek jenis revolver yang disita dari tangan tersangka J, di Polres Bintuni, Papua Barat, berasal dari Bripka MRA, anggota polri yang berdinas di Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease.

Diduga, Bripka MRA mendapat senjata tersebut dari salah satu oknum TNI AU, inisial RL.

“Jadi, oknum TNI AU inisaial RL ini juga terlibat. Kasus ini terjadi, karena dia kasih pinjam senjata itu kepada Bripka MRA. Itu pengakuan Bripka MRA sendiri saat diperiksa. Dari situ, kemudian Bripka MRA jual ke tersangka J, yang tertangkap di Bintuni itu. Bahkan, prajurit TNI AU tersebut sudah ditahan langsung berdasarkan surat perintah Danlanud Pattimura Kolonel PNS Sapuan, tertanggal Rabu 24 Februari 2021. Praka AL ditahan setelah dilakukan proses penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus ini bekerjasama dengan Penyidik Polda Maluku,” ungkap Komandan Lanud Pattimura, Kolonel Pnb Sapuan, belum lama ini. (SAD).

Comment