by

Berkas Korupsi BOS SMK 3 Malteng Rampung

Ambon, BKA- Setelah melalui perampungan, akhirnya Kejaksaan Cabang Negeri Ambon di Banda Neira menyatakan, berkas perkara dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2015-2019 di SMK Negeri 3 Malteng di Banda Neira, dinyatakan lengkap.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Ambon di Banda Neira, Ardian Junaedi, mengatakan, berkas perkara kasus yang menyeret kepsek SMK Negeri 3 Malteng inisial RL ini, dalam waktu dekat, dilakukan tahap II di Kantor Kejari Ambon untuk kepentingan persidangan nanti.

“Jadi berkas perkara sudah kita nyatakan lengkap. Maka kita tahap II dalam waktu dekat di Kantor Kejari Ambon,” ungkap Junaedi, melalui selulernya, Minggu (7/2).

Sesuai pengakuan tersangka, dirinya akan berupaya kembalikan kerugian negara dalam perkara dana BOS tersebut.
“Infonya tersangka akan kembalikan kerugian negara. Dan kita mau juga seperti itu. Karena sesuai arahan Presiden dan Jaksa Agung, pengembalian uang negara itu juga penting, selain penjarakan orang,” katanya.

Terhadap kasus ini, penyidik Kecabjari Banda Neira menetapkan Kepala SMK Negeri 3 Kabupaten Maluku Tengah di Banda Neira sebagai tersangka, setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi maupun melihat bukti-bukti pendukung lainnya.

Dalam proses penyidikan, ditemuka modus dugaan korupsi yang dilakukan tersangka. Pada tahun 2015-2019, sekolah tersebut mendapat kucuran dana BOS dari pemerintah untuk dipergunakan bagi kepentingan sekolah, sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dana BOS.

Namun tersangka mengelola uang miliaran rupiah tersebut tidak sesuai juknis. Misalnya, melakukan mark-up, pencarian fiktif, tandatangan dipalsukan untuk pencairan gaji guru-guru honor.

Sesuai hasil hitungan BPKP Maluku, jumlah kerugian keuangan negara dalam perkara ini sebesar Rp 600 juta lebih.
Tersangka disangkakan dengan pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 64 KUHP. (SAD).

Comment