by

Berkas Korupsi DLHP Dipercepat Naik Sidang

beritakotaambon.com – Kejaksaan Negeri Ambon berusaha mempercepat perampungan berkas tiga tersangka dugaan korupsi dana BBM di DLHP Kota Ambon, agar segera disidangkan.

Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Dian Fris Nalle, mengatakan, penyidik pidsus Kejari Ambon terus berupaya mempercepat perampungan berkas ketiga tersangka itu, agar segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Ambon.

“Kita akan proses cepat-cepat untuk segera berkasnya ke pengadilan untuk sidang,” ungkap Nalle, Minggu (29/8).

Menurutnya, terhadap kasus dugaan korupsi dengan kerugian negara Rp 3,6 miliar lebih itu, saksi yang diperiksa dinyatakan sudah cukup. Tapi kalau masih ada kekurangan, maka saksi akan dipanggil lagi.

“Namun informasi yang diterima dari penyidik, buktinya sudah cukup, tinggal menunggu pelimpahan dalam waktu dekat saja,” ujar Nalle.

Jaksa berdarah NTT ini mengaku, kasus dugaan korupsi dilingklup DLHP Pemkot Ambon itu menjadi salah satu prioritas Kejari Ambon untuk diselesaikan secepatnya.

Hal itu dilakukan, akuinya, sebab masih ada kasus yang sama dilingkup DLHP Kota Ambon, yang masih didalami oleh penyidik Kejari Ambon.

“Ini kan anggaran 2019 yang kita jerat tiga tersangka. Nah, tahun 2020 punya, kita masih dalami lagi. Jadi nanti rekan-rekan wartawan ikuti saja,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga tersangka kasus dugaan korupsi anggaran BBM di Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, dijebloskan ketahanan, Jumat (27/8).

Ketiga tersangka itu, yakni, Lucia Izaak (LI) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Mauritsz Yani Talabesy (MYT) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Ricky M. Syauta (RMS) selaku mantan Manajer SPBU Belakang Kota.

Pantauan BeritaKota Ambon, sebelum ketiganya digiring ke tahanan, mereka terlebih dulu diperiksa oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, untuk melengkapi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Tim penyidik mencecar ketiga tersangka, masing-masing kurang lebih dengan 53 pertanyaan.

Baca juga: Lekipera Minta Polres MBD Tuntaskan Kasus Judi

Tersangka Lucia Izaak didampingi kuasa hukumnya, Jhonathan Kainama. Sementara Mauritsz Yani Talabesy dan Ricky M. Syauta, didampingi Boby Siahaya dan Firel Sahetapy.

Selesai diperiksa, ketiganya langsung digiring ke mobil tahanan dengan mengenakan rompi tahanan Kejari Ambon, untuk dibawa ke tahanan.

Kepala Kejari Ambon, Dian Fris Nalle, mengatakan, ketiga tersangka ditahan selama 20 hari. Tapi bisa ditambah untuk kepentingaan pelimpahan berkas ke pengadilan.

Tersangka Lucia Izaak ditahan di Lapas Perempuan dan Anak, di Desa Passo. Sedangkan tersangka Mauritsz Yani Talabesy dan Ricky M. Syauta, ditahan di Rutan Kelas IIA Ambon.

Menurut Nalle, penahanan kepada ketiga tersangka dilakukan penyidik, karena telah mengantongi hasil audit berkas korupsi anggaran BBM di DLHP kota Ambon tahun 2019.

Baca juga:
Tersangka Korupsi DLHP Dibui

“Hasil audit yang dikantongi berdasarkan hitungan BPKP Perwakilan Maluku-Malut sebesar Rp 3.6 miliar lebih. Karena itulah, kita melakukan penahanan untuk ketiga tersangka ini,” jelas Kajari.

Ketiga tersangka diancam melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3, Jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Pemberantasan korupsi, Jo Pasal 55, 56 KUHPidana.(SAD)

Comment