by

Berkas Korupsi Irigasi Tinggal Diaudit

Ambon, BKA- Berkas perkara kasus dugaan korupsi Irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), tinggal dilakukan proses audit oleh tim auditor BPKP Maluku dan Malut.

Kepastian ini setelah tim Pidsus Kejari Malteng yang dipimpin Asmin Hamja, melakukan koordinasi ke BPKP Provinsi Maluku, Kamis (21/1), kemarin.

“Jadi sudah pasti berkas ini tinggal diaudit. Sebab mereka minta kita bawa dokumen penting, seperti, dakwaan ke BPKP. Biasanya kalau permintaan seperti itu, maka tidak lama lagi berkas korupsi ini diaudit oleh tim auditor,” ungkap Asmin, kepada BeritaKota Ambon.

Selain membawakan dokumen dakwaan, tim Korps Adyaksa itu juga melakukan koordinasi terkait kekurangan-kekurangan dokumen lain.

“Selain itu kan kita juga koordinasi dengan auditor terkait dokumen-dokumen yang masih kurang. Tapi kata auditor, berkas ini saja yang kekurangan. Makanya kita lengkapi,” jelasnya.

Jaksa dengan dua bunga melati dipundak itu melanjutkan, untuk perkara korupsi yang menyeret lima tersangka ini, tim Pidsus Kejari Malteng sangat serius dalam menuntaskan kasus ini.

“Ini perkara kita sudah prioritaskan, karena memang bergulir sejak tahun kemarin,” imbuhnya.

Dia berharap, ke depan ada koordinasi yang harmonis antara tim auditor dan penyidik. Sehingga audit perkara ini cepat berjalan dan diserahkan ke penyidik, untuk ditindaklanjuti ke tingkat pengadilan nanti.

“Kita berharap, semoga kedepan ada kerjasama yang harmonis terbangun. Hal ini untuk kepentingan perkara ini ke depan. Karena kasus ini sudah bergulir sejak tahun kemarin,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada kasus ini, penyidik Kejari Malteng menetapkan lima tersangka, yakni, Ahmad Litiloly selaku PPTK, Markus Tahya selaku pembantu PPTK, Yonas Riuwpassa selaku Dirut CV Surya Mas Abadi, Benjamin Liando selaku peminjam perusahan atau kontraktor, dan Megy Samson selaku KPA.

Indikasi, para tersangka melakukan mark-up satuan harga pada proyek pembanguna proyek irigasi tersebut. Sehingga hasil kerja proyek tidak sesuai Bestek, mengakibatkan terjadi kerugian keuangan negara mencapai Rp 800 juta lebih sesuai hitungan tim penyidik.(SAD).

Comment